Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melalui dinas sosial setempat menambah jumlah penerima bantuan beras kota menjadi sebanyak 1.200 keluarga katagori tidak mampu pada tahun 2022.

"Ada sebanyak 200 keluarga tambahan tahun ini sebagai penerima bantuan beras dari pemerintah kota," ujar Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Iwan Ristianto di Banjarmasin, Rabu.

Menurut dia, masing-masing keluarga penerimaan manfaat kesejahteraan bantuan beras yang dinamakan beras kota (Barasko) tersebut sebanyak 11 kilogram setiap bulannya, hingga akhir tahun.

Program Berasko ini digalakkan sejak 2021, di mana sebelumnya terdata sebanyak 1.000 keluarga, mereka yang belum masuk dari program bantuan sosial pemerintah pusat.

Di mana, lanjut dia, bantuan dari pemerintah pusat itu, yakni, program keluarga harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Karena masih banyak keluarga yang kurang mampu tidak dapat bantuan itu, maka Pemkot membuat program Beras Kota tersebut," terang Iwan.

Menurut Iwan, yang terdata dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kota Banjarmasin ini, di mana keluarga miskin di kota ini sekitar 46 ribu pada 2021.

"Yang baru mendapatkan program bantuan sosial dari pemerintah pusat kan baru sekitar separohnya atau sekitar 29 ribu, sisanya ada program pemerintah kota, yakni, program Berasko tadi," terang Iwan.

Memang, lanjut dia, bantuan pemerintah kota melalui program Berasko tersebut jauh dari data jumlah keluarga miskin yang perlu perhatian, namun tentunya kemampuan APBD kota hanya demikian.

"Jadi yang dapat ini dari seleksi musyawarah kelurahan, memang dipilih skala prioritas," ujarnya.

Di mana keluarga miskin yang lainnya belum tersentuh bantuan, pemerintah kota mengusulkan ke pemerintah pusat.

"Jadi terus kita upayakan mendata keluarga miskin untuk data terbaru, apalagi masa pandemi COVID-19 ini, tentunya banyak keluarga miskin baru," ujar Iwan Ristianto.


 

Pewarta: Sukarli

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022