Saham-saham Australia jatuh pada perdagangan sesi pagi Rabu, setelah mencapai level tertinggi hampir lima bulan selama sesi tersebut, karena pelemahan saham sektor teknologi membayangi kenaikan dari sektor keuangan dan pertambangan.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia yang di awal sesi naik 0,4 persen, berbalik turun 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 7.580,60 poin pada pukul 00.07 GMT. Indeks acuan telah menetap 1,95 persen lebih tinggi pada Selasa (4/1/2021), level penutupan terkuat sejak pertengahan Agustus.

Sub-indeks teknologi mengikuti kerugian di Nasdaq semalam dan turun sebanyak 2,3 persen, kerugian satu hari terbesar sejak pertengahan Desember.

Raksasa platform beli sekarang, bayar nanti Afterpay anjlok 4,9 persen hingga mencapai level terendah sejak Oktober 2020. Sementara itu, EML Payments dan Altium masing-masing jatuh 1,5 persen dan 1,8 persen.

Sektor keuangan menguat 0,9 persen mencapai tertinggi sejak 17 November, didorong oleh apa yang disebut bank "Empat Besar".

Commonwealth Bank of Australia, National Australia Bank dan Westpac Banking Corp bertambah antara 0,5 persen dan 0,9 persen, sementara Macquarie Group terangkat 2,5 persen menjadi mencapai rekor tertinggi.

Sektor pertambangan naik 0,9 persen, mencapai level tertinggi sejak Agustus tahun lalu, karena harga bijih besi naik didorong prospek permintaan yang membaik di produsen baja terkemuka China.

Rio Tinto dan BHP Group masing-masing terdongkrak 0,4 persen dan 0,7 persen, sementara Sims Ltd melonjak 3,3 persen.

Sementara itu, saham sektor perawatan kesehatan merosot 1,2 persen, dengan raksasa bioteknologi CSL Ltd jatuh 0,8 persen.

Saham batu bara memperpanjang kenaikan, karena harga batu bara termal berjangka China melonjak di tengah kekhawatiran gangguan pasokan setelah Indonesia, pemasok luar negeri terbesarnya, melarang ekspor.

Whitehaven Coal dan Yancoal Australia masing-masing naik 1,1 persen dan 1,8 persen.

Sementara itu, Australia melaporkan 47.799 infeksi baru pada Selasa (4/1/2022), naik hampir sepertiga dari jumlah Senin (3/1/2022) yang juga merupakan rekor.

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru yang naik 0,7 persen mencapai level tertinggi sejak 26 Oktober 2021, memangkas kenaikannya menjadi diperdagangkan 0,3 persen lebih tinggi. Saham-saham keuangan dan perawatan kesehatan menjadi pencetak kenaikan di bursa.


 

Pewarta: Apep Suhendar

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022