Pasar saham Asia menguat pada Selasa pagi, menyusul rekor penutupan tertinggi Wall Street di hari perdagangan pertama tahun 2022, meskipun ada kekhawatiran bahwa varian Omicron COVID-19 yang meluas dapat mengerem pemulihan ekonomi global.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang terangkat 0,67 persen di sesi pagi. Indeks S&P/ASX 200 Australia meningkat 1,15 persen didorong oleh saham energi dan pertambangan, sementara indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,25 persen.

Baca juga: Saham Asia naik, dolar melemah

Indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong dan indeks saham-saham unggulan China CSI300 masing-masing dibuka naik 0,5 persen dan 0,25 persen.

"Saat kita memulai 2022, pasar tampaknya telah mempertahankan ingatan tentang 2021 dan menempatkan Omicron di latar belakang dengan fokus pada kenaikan suku bunga Fed yang mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi dan menopang penguatan dolar di samping berlanjutnya daya apung dalam ekuitas," kata Mizuho Bank dalam catatan Selasa.

Baca juga: Saham Asia tergelincir dan dolar bertahan kuat pada perdagangan Jumat pagi

Indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor penutupan tertinggi pada Senin (3/1/2022) bahkan ketika varian virus corona Omicron mendorong kasus COVID-19 ke puncak baru di ekonomi terbesar dunia itu.

"Pasar lebih fokus pada kemungkinan angka-angka laba positif dari AS pada kuartal keempat. Kami sangat yakin bahwa AS sedang melihat kondisi booming dan pasar tenaga kerja sangat ketat yang akan meningkatkan pendapatan rumah tangga," kata John Milroy, seorang penasihat Ord Minnett di Sydney.

"...investor terus mencermati inflasi dan bagaimana Fed dapat merespons jika terbukti selain sementara," katanya.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,68 persen, indeks S&P 500 menguat 0,64 persen dan Komposit Nasdaq melonjak 1,2 persen di Wall Street semalam.

Indeks S&P melonjak hampir 28 persen tahun lalu, mendorong indeks MSCI dunia 50 negara ke tahun ketiga berturut-turut dengan kenaikan dua digit.

Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai level tertinggi enam minggu pada 1,6384 persen, karena investor memperkirakan serangkaian kenaikan suku bunga tahun ini untuk memerangi kenaikan inflasi.

Minyak Brent naik 0,57 persen menjadi diperdagangkan di 79,43 dolar AS per barel pada Selasa, memperpanjang kenaikan Senin (3/1/2022), didukung oleh pasokan yang ketat dan harapan pemulihan permintaan lebih lanjut pada 2022, meskipun OPEC+ diperkirakan akan meningkatkan produksi lebih lanjut. Minyak mentah AS naik 0,34 persen menjadi diperdagangkan di 76,34 dolar AS per barel.

Harga emas rebound setelah jatuh lebih dari 1,0 persen pada Senin (3/1/2022) karena reli pengambilan risiko dalam ekuitas menekan daya tarik emas. Emas spot menguat 0,14 persen menjadi diperdagangkan di 1.803,30 dolar AS per ounce pada Selasa pagi.

Pewarta: Apep Suhendar

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022