Martapura, (Antaranews Kalsel) - Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Banjar Syahda Mariadi menegaskan Forum Kewaspadaan Dini (FKDM) dapat mencegah perselisihan di masyarakat dengan bekerja sama para penegak hukum.

 
“Tak ada pilihan lain, jika ingin aman dan nyaman, masyarakat harus diajak berpartisipasi menjaga kesatuan bangsa dan keamanan nasional. Salah satu upaya yang mungkin dilakukan adalah mensinergikan tugas pengungkapan dan penegakan hukum itu dengan kebutuhan masyarakat, dalam wujud yang bernama kewaspadaan dini,” tegas Syahda Mariadi, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Banjar. Saat membuka secara resmi Sosialisasi Permendagri Nomor 12 Tahun 2006 di Desa Bunglai, Kecamatan Aranio (30/9).

Dalam konteks menjaga kesatuan bangsa dan keamanan nasional, lanjut Syahda, potensi dan indikasi sekecil apapun yang menjadi ancaman dan gangguan harus diantisipasi  dengan penuh kepekaan dan kesiagaan.

“Ancaman maupun gangguan itu beragam. Benturan kepentingan ekonomi, politik, sosial, agama, etnis dan ideologi setiap saat bisa muncul.

Maka kewaspadaan dini atas adanya indikasi dan potensi  gangguan keamanan harus selalu dilakukan di lingkungan masing-masing,” jelas pria yang pernah menjabat Kabag Humas ini.

Selain Kepala Kesbangpol Banjar, pada acara sosialisasi itu nampak hadir Kepala Kesbangpol Provinsi Kalsel yang diwakili Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Ahmad Arifin, Camat Aranio yang diwakili Kasi Trantib Endang Sutisna, Kapolsek Aranio R Joko S,  Kasat Intel Polres Banjar Trias Inanggara, Pembakal Desa Bunglai serta tokoh agama dan masyarakat.

 Intel Kodim 1006 Martapura Jumaruddin yang menjadi salah satu narasumber memaparkan, keadaan Kabupaten Banjar saat ini cukup kondusif tapi tidak menutup kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat kultur budaya yang berada di masyarakat, terlebih sebentar lagi akan dilaksanakan pesta demokrasi pada 9 Desember 2015 mendatang secara serentak.

“Isu-isu baik yang positif maupun negatif mulai bermunculuan menjelang Pilkada ini, jangan sampai keharmonisan yang terjalin di tengah masyarakat menjadi rusak gara-gara perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi atau golongan,” tutur Jumaruddin.

Ia menambahkan, bagaimanapun sulitnya, masyarakat tetap butuh rasa aman dan kenyamanan hidup. Hal itu ditandai dengan adanya kerukunan, ketertiban sosial dan berkurangnya ancaman di sekelilingnya, upaya terobosan untuk mengatasinya merupakan suatu keharusan.

“Inilah alasan kenapa Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dibentuk, masyarakat diharap lebih peka terhadap kondisi dan situasi yang terjadi di daerahnya, sehingga apapun yang terjadi didesa, yang berkemungkinan dapat menyebabkan kekacauan sedini mungkin dapat diatasi,” ujarnya./e

Pewarta:

Editor : Asmuni Kadri


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2015