Kemenangan dominan pebalap tuan rumah Max Verstappen di Grand Prix Belanda pada Minggu disambut dengan pesta besar ribuan pendukungnya, yang dijuluki Orange Army, di pantai di pinggir Sirkuit Zandvoort.

Verstappen menghibur 70.000 fannya, yang hampir semuanya mengenakan atribut berwarna oranye, yang bernyanyi dan berjoget kegirangan ketika ia memimpin lomba dari pole position dan merebut kemenangan dengan finis 20 detik di depan rival utamanya, Lewis Hamilton, di balapan F1 pertama yang digelar di Belanda sejak 1985.

Fan Verstappen telah merayakan kemenangan idolanya bahkan jauh sebelum balapan dimulai, menyulut flare oranye dan mengibarkan ribuan bendera Belanda ketika sirkuit di pinggir pantai dekat Amsterdam itu penuh dengan penonton sebelum jam makan siang.

"Sangat senang dapat melihat Verstappen begitu dekat dengan rumah," kata seorang fan yang melakukan perjalanan sejauh 30km mengayuh sepeda dari rumahnya di Roelofarendsveen kepada Reuters.

Baca juga: Tak ada Orange Army pada saat Verstappen incar hat-trick di Austria

Para penonton merogoh kocek 600 dolar AS (sekira delapan juta rupiah) untuk mengikuti tiga hari balapan di tribun utama, tapi itu terbayarkan ketika Verstappen memenuhi harapan para fannya.

Zandvoort menggelar Formula 1 kembali sejak Niki Lauda menang di sana pada 1985, di saat penyelenggara berupaya memanfaatkan popularitas Verstappen, yang menjadi pemenang Grand Prix termuda dan pebalap Belanda pertama yang menjadi penantang utama perebutan gelar juara dunia.

Ketenaran sang pebalap berusia 23 tahun, yang menarik puluhan ribu fan Oranye ke balapan di berbagai negara di Eropa, membantu terjualnya 300.000 tiket dengan cepat saat ditawarkan dua tahun lalu.

Pandemi virus corona membatasi jumlah penonton menjadi dua pertiga kapasitas Zandvoort setelah tahun lalu balapan yang seharusnya digelar pada Mei dibatalkan karena krisis kesehatan global tersebut.
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021