Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi harus terus bersikap konstruktif untuk mendorong masyarakat dunia membantu menyelesaikan masalah di Afghanistan dalam mewujudkan perdamaian.

"Dengan pendekatan yang oleh Menlu disebut sebagai  Afghan-Led dan Afghan-Owned, yaitu dengan mengedepankan maslahat dan kepentingan Afghanistan dalam mewujudkan perdamaian dan solusi dengan melibatkan seluruh pihak di internal Afghanistan," ujar Hidayat Nur Wahid dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

HNW sapaan akrabnya mengatakan Indonesia memiliki hubungan baik dengan Afghanistan bahkan dengan Taliban yang pernah secara resmi berkunjung ke Indonesia dan diterima secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan PBNU.



“Sikap Menlu yang bijak ini penting disuarakan lebih serius dan lebih aktif melalui forum-forum internasional seperti di PBB maupun OKI. Dan karena de facto sekarang Taliban yang “menguasai” Afghanistan tetapi masih ada perlawanan dari Panshir dipimpin oleh Ahmad Mashood dan wapres Amrullah Sholih, maka penting juga bagi Kemlu RI untuk melakukan peran lobinya agar bisa dihindarkan perang dan konflik terbuka sesama warga Afghanistan, yang akan makin menyeret Afghanistan kepada kondisi politik, ekonomi maupun sosial yang makin buruk dan makin menyengsarakan rakyat Afghanistan," ujar Hidayat Nur Wahid.

Selain itu, HNW mengapresiasi kesigapan dan keberhasilan Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri yang telah sukses mengevakuasi seluruh warga negara Indonesia (WNI) terdata di Afghanistan, bahkan juga dengan pasangannya yang warga Afghanistan, tanpa ada kendala sebagaimana tragedi yang terjadi saat pesawat Amerika Serikat akan mengevakuasi warganya dari Afghanistan.

HNW berharap WNI dan mereka yang berhasil dievakuasi dari Afghanistan, juga tetap mendapatkan hak-hak mereka sebagai warga negara. Sementara Pejabat KBRI yang masih bertugas di Kabul agar terus dipastikan terjaminnya keselamatan dan kelancaran kerjanya sebagaimana janji Taliban.



Selain itu, lanjutnya, semestinya evakuasi ini juga bukan berarti Indonesia melarikan diri dari tanggung jawab dalam keterlibatan untuk menghadirkan perdamaian dunia, sebagaimana perintah konstitusi, tetapi juga sebagai perwujudan dari amanat konstitusi yaitu melindungi seluruh Bangsa Indonesia apalagi yang berada di daerah konflik yg membahayakan keselamatan WNI.

"Kesigapan Pemerintah untuk segera mengevakuasi WNI, sebagaimana sudah disuarakan oleh Pimpinan MPR dan Anggota DPR Komisi I yang membidangi urusan luar negeri, bahkan lebih cepat dan tanpa hambatan dibanding dengan proses evakuasi terhadap WNI di Wuhan saat awal masa pandemi COVID-19. Ini tentu juga berkat hubungan baik Indonesia dengan para pihak di Afghanistan," kata dia.

Pewarta: Azis Kurmala

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021