Sekitar 100 hektare tanaman padi di Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, terendam banjir akibat hujan deras beberapa jam di wilayah tersebut.

Camat Pulau Laut Timur, Tri Basuki, Rabu, mengatakan tanaman padi yang terendam banjir tersebut baru ditanam sekitar dua pekan hingga satu bulan.

"Kemungkinan gagal panen belum terlihat, tetapi akibat terendam banjir tersebut setidaknya mempengaruhi tumbuh kembang tanaman padi," katanya.

Tanaman padi yang terendam tersebut, tersebar di Desa Kulipak, Desa Berangas, dan Desa Teluk Masjid, di Kecamatan Pulau Laut Timur.

Baca juga: Produksi padi di Kotabaru terpengaruh banjir

Selain rusak akibat terendam, dikhawatirkan tanaman padi tersebut tidak dapat tumbuh kembang secara normal, karena minimnya saluran irigasi.

"Hanya sebagian kecil saja sawah yang mendapatkan saluran irigasi, sehingga dikhawatirkan target produksi gabah tidak tercapai," terangnya.

Tri Basuki optimistis, banjir yang merendam tanaman padi di tiga desa yang berada di kawasan pesisir utara Pulau Laut itu segera surut, seiring dengan surutnya air laut.

"Kebetulan sejak tadi malam terjadi curah hujan tinggi, dan pasang air laut cukup tinggi sehingga terjadi banjir," kata Tri Basuki.

Selain rumah warga yang terendam banjir, sejumlah fasilitas umum juga tergenang, seperti, rumah dinas camat, Masjid, gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kantor Penyuluh Pertanian, Kantor Desa Berangas dan yang lainnya.

Data sementara rumah warga yang terendam banjir di Desa Kulipak sekitar 20 unit, Desa Berangas 20 unit-30 unit, dan Teluk Masjid sekitar 30 unit.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir tersebut, namun aktivitas warga terganggu akibat terendam banjir mulai Selasa (185) malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru, H Rahmadi Jaya, hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait musibah banjir di Kecamatan Pulau Laut Timur.*

Baca juga: Tanah Bumbu data lahan pertanian yang terdampak banjir di Satui

Pewarta: Imam

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021