Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut (Distanhorbun Tala), Kalimantan Selatan  selama ini turut memperhatikan kondisi perkembangan harga karet demi kesejahteraan para petani. 

Hal itu terungkap saat Distanhorbun Tala menerima kunjungan Komisi II DPRD Kabupaten Tanah Bumbu (DPRD Tanbu)  untuk memperdalam informasi terkait Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (Bokar) (UPPB) yang menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan harga karet bagi petani, Jumat (7/5).

Sekretaris Distanhorbun Tala Iwan Persada didampingi Kepala Bidang Perkebunan Distanhorbun Tala Edy Hariyadi dan Kepala Seksi Pemasaran dan Pengolahan Distanhorbun Tala Agus SPY menerima rombongan DPRD Tanbu berjumlah delapan orang dipimpin langsung Ketua Komisi II H Sayid Umar Alydrus. 

Edy Hariyadi menjelaskan,  perkembangan perkebunan karet di Tala bermula tahun 1990-an dan pada tahun tersebut banyak masyarakat belum memahami tanaman karet, bahkan bibit karet pun tidak di tanam.

"Ada yang disimpan di belakang pintu rumah," ucapnya.

Kemudian, sebut dia, seiring waktu tanaman karet di Tala mulai mendominasi. 

Terbukti ada sekitar 14 ribu hektare tanaman karet milik masyarakat yang dikelola, jelas dia, namun saat produksi, petani karet kesulitan untuk menjual dengan harga layak, lantaran banyak yang menjual dengan keadaan bercampur sampah, bahkan batu. 

"Akibatnya harga jual karet kita menjadi sangat murah,"ungkapnya.

Tidak itu saja, terang dia, penjualan juga langsung kepada pedagang, sehingga tidak ada harga yang dapat menjadi tolak ukur atas kualitas yang dihasilkan dari karet itu sendiri.

Berkaca dari persoalan itu, sambung dia, akhirnya Distanhorbun Tala melakukan pembentukan UPPB dan  petani mendapat informasi tentang perkembangan karet. 

Tujuan pembentukan UPPB, jelas dia, untuk meningkatkan mutu karet petani di Tala dan  mutu karet alam nasional juga memiliki dampak melalui fungsi kelembagaan dan pemasaran yang teroganisasi. 

"Adanya UPPB, maka kami sudah kerjasama dengan perusahaan di Batulicin Tanah Bumbu," tegasnya.

Komisi II DPRD Tanbu pun menyambut dan mengapresiasi atas upaya Pemkab Tala yang turut memperhatikan kesejahteraan petani karet. 

Ketua Komisi II DPRD Tanbu H.Sayid Umar Alydrus mengungkapkan,  dirinya sudah mendapat pemaparan cukup luas tentang UPPB, seiring juga kawasan perkebunan karet di Tanbu masih mencapai lima ribu hektare. 

Tentu,  papar dia, segala informasi yang didapatkan akan menjadi bahan bagi SKPD terkait di Kabupaten Tanah Bumbu dalam menerapkan dan mengatasi persoalan serupa. 

Anggota Komisi II DPRD Tanbu yang hadir tidak menyiakan sesi tanya jawab. 

Mulai dari bagaimana menangani keluhan petani mengenai karet yang tidak normal, hingga bertanya terkait kerangka penyelenggaraan UPPB itu sendiri. 

Semua itu mendapat jawaban dengan baik oleh Edy Hariyadi.
Distanhorbun Tala menerima kunjungan Komisi II DPRD Kabupaten Tanah Bumbu untuk memperdalam informasi terkait Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet yang menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan harga karet bagi petani, Jumat (7/5).Foto:Antsranews Kalsel/Diskominfo Tansh Laut.

Pewarta: Arianto

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021