Pasangan Calon (Paslon) Hulu Sungai Tengah (HST) Nomor Urut 2, H Akhmad Tamzil - HM Ilham Effendy (TAMPIL), didebat kedua tetap tampil bersemangat dan mantap, dengan tekad ingin mepaduserasikan program pembangunan daerah, provinsi dan nasional.

Calon Bupati HST, H Akhmad Tamzil, mengatakan sesuai dengan amanat Undang-Undang tahun 2004 maka program daerah ini harus lakukan sinergitas dengan RPJM Nasional atau sekarang ini disebut Nawacita.

"Tentu juga nanti tim kita akan melakukan sinergitas dengan RPJM provinsi, dan tentunya pada saatnya gubernur baru terpilih akan membuat RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan akan kita paduserasikan program di daerah," katanya, dalam papaparan beberapa waktu lalu.

Dijelaskan dia, penyerasian untuk program kegiatan baik pada kebijakan level nasional, provinsi, dan kabupaten atau kota, yang bisa dipedomani adalah dari nasional berupa visi RPJMN atau nawacita tersebut.

Baca juga: Paslon Tampil ingin benahi manajemen dan tata kelola RSUD Barabai

Sekarang, dengan bahasa Presiden RI Joko Widodo, untuk mencapai Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, berkepribadian dan berdasarkan gotong royong,dan pada point ke sembilan adalah amanah untuk sinergitas pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam kerangka NKRI.

Pihaknya akan melakukan elaborasi sehingga dalam visi dan misi paslon TAMPIL yakin bisa dipaduserasikan kalau pihaknya terpilih, akan menjadi modal dalam mewujudkan HST Berseri, yang lebih maju, religius, dan sejahtera disegala bidang.

"Kita akan melakukan revitalisasi Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk di dalamnya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan aparatur lainnya, termasuk tenaga kontrak," katanya.

Menurut dia, akan memberikan stimulus kepada PNS dan tenaga kontrak untuk melakukan perbaikan kesejahteraan, yang sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, karena selama ini yang menjadi persoalan adalah perbaikan kesejahteraan mereka.

Baca juga: Video-Prihatin kondisi jalan produksi sektor pertanian, TAMPIL janjikan perbaikan

Untuk pembangunan menuju HST religius, tentu sebagaimana amanah para guru-guru di HST, pihaknya ingin melakukan revitalisasi pendidikan di sektor agama, pendidikan baik pendidikan formal maupun informal, dari  level pendidikan dasar hingga menengah.

Pihaknya berjanji akan memberikan apresiasi dan tunjangan bagi guru agama sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, serta secara umum melakukan upaya meningkatkan pendapatan masyarakat di Kabupaten HST.

"Saat ini harga konstan hanya sekitar Rp5 juta dan harga yang berlaku sekitar Rp7 jutaan, mudah-mudahan ke depannya bisa kita ke tingkatkan dan terakhir kita berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan, termasuk untuk menyelamatkan pegunungan Meratus dari tambang batu bara," katanya.

Pewarta: Fathurrahman

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020