Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) segera  mengembangkan tanaman karet hingga 32 ribu hektare, menyusul banyaknya bukti bahwa budidaya tanaman karet telah mendongkrak kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab HST Syaiful dihubungi melalui telepon genggamnya Kamis (28/4), mengatakan, saat ini Pemkab HST sedang gencar mengembangkan perkebunan karet karena terbukti banyak membantu mensejahterakan masyarakat.

Menurut dia, potensi lahan untuk karet di HST seluas 32 ribu hektare dan yang sudah ditanam lebih dari 22 ribu hektare.

Diharapkan dalam lima tahun ke depan seluruh sisa lahan seluas 10 ribu hektare sudah bisa ditanami karet.

"Saat ini dari 22 ribu hektare yang telah tertanam, sebanyak 12 ribu hektare sudah berproduksi, sisanya sudah berumur tua dan ada juga yang baru ditanam.

Penanaman karet tersebut, kata dia, dibantu oleh dana APBD I, APBD II dan dari APBN. Khusus APBD II bantuan berupa bibit, pupuk dan obat-obatan, sedangkan APBD I berupa upah buruh tani.

Sementara dari pemerintah pusat, kata dia, terdapat dua program yaitu program lengkap berupa bantuan bibit, pupuk hingga upah dan tidak lengkap hanya berupa bibit atau pupuk, melihat lokasi.

Bantuan tersebut, tambah dia, hanya diberikan dalam satu tahun, dan sisanya swadaya masyarakat sendiri.

Program beberapa pemerintah daerah tersebut, sebagai salah satu upaya untuk menggeser investasi pertambangan yang kini menduduki peringkat pertama ke sektor perkebunan dan pertanian.

Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengungkapkan, saat ini pemerintah daerah maupun provinsi sedang mengembangkan sektor pertanian dan tanaman pangan karena terbukti mampu menyumbang PDRB terbesar di Kalsel dibanding pertambangan./B*C




Pewarta:

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011