Memasuki musim penghujan sejumlah lokasi sepanjang Sungai Tabalong rawan longsor menyusul minimnya tanaman penyangga serta masih banyaknya penambangan pasir di wilayah Selatan 'Bumi Saraba Kawa' ini.

Permasalahan ini pun memotivasi warga Desa Hapalah, Desa Bangkiling Raya dan Desa Bangkiling Kecamatan Banua Lawas melakukan penanaman bambu di bantaran Sungai Tabalong.

"Sebanyak 1.169 bibit bambu kita tanam di sepanjang Sungai Tabalong," jelas Camat Banua Lawas Zainuddin.

Bibit bambu yang ditanam merupakan bantuan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong sebagai upaya penghijauan dan juga mengantisipasi terjadinya longsor.

 
Foto Antaranews.Kalsel/ist (Istimewa)
 Zainuddin menambahkan 106 bibit bambu juga disiapkan untuk mengantisipasi kalau ada tanaman yang mati. Kegiatan penanaman ini juga melibatkan jajaran Polsek dan Koramil Banua Lawas serta sejumlah elemen masyarakat.

"Selain berfungsi mencegah longsor tanaman bambu bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan anyaman," ungkap Zainuddin.

Mengingat banyaknya perajin anyaman bambu di Kecamatan Banua Lawas.

 Sebelumnya penanaman bibit bambu juga dilakukan Yayasan Adaro Bangun Negeri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Tanta di sepanjang Sungai Mangkusip.

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020