Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Selatan mengembangkan komoditas unggulan seperti karet rakyat, kelapa sawit dan kelapa dalam yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi itu.
"Pengembangan komoditas unggulan itu merupakan kegiatan utama yang dilaksanakan Dinas Perkebunan Kalsel tahun 2010," ujar Kepala Dinas Perkebunan Kalsel, Haryono, di Banjarbaru.
Kegiatan pengembangan komoditas unggulan bidang perkebunan itu disampaikannya Sekretaris Daerah Provinsi, Muchlis Gafuri dan sejumlah pimpinan SKPD Pemprop Kalsel dalam acara "coffee morning" di aula Disbun Kalsel di Banjarbaru, Rabu.
Pengembangan karet rakyat meliputi pengembangan lahan seluas 2.765 hektare berupa pembibitan, pembukaan lahan dan sarana produksi yang dibiayai APBD I, APBD II, Ditjen Pengelolaan Lahan, Sarana dan Sumber Daya serta Ditjen Perkebunan.
"Sumber pembiayaan kegiatan pengembangan karet rakyat berasal dari APBD I, APBD II dan dukungan pembiayaan dari pusat dengan diarahkan melalui pembibitan, pembukaan lahan dan sarana produksi," ungkapnya.
Disebutkan, pengembangan karet rakyat tersebar pada sepuluh kabupaten dan kota mulai dari Kabupaten Kotabaru dengan luas paling besar yakni 629,5 hektare, Tapin 430 hektare, Tabalong 402 hektare, Tanah Bumbu 400 hektare.
Selanjutnya, Kabupaten Balangan 325 hektare, Hulu Sungai Selatan 225 hektare, Hulu Sungai Tengah 200 hektare, Barito Kuala 100 hektare serta Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kota Banjarbaru masing-masing seluas 25 hektare.
Pengembangan kelapa sawit berupa perluasan lahan seluas 800 hektare yang tersebar pada empat Kabupaten yakni Kotabaru dan Tanah Bumbu masing-masing seluas 300 hektare serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Tanah Laut masing-masing seluas 100 hektare melalui pembiayaan APBDi, APBD II, dan TP Perkebunan kabupaten.
Sementara itu, pengembangan kelapa dalam seluas 350 hektare melalui pembiayaan APBD I dan APBD II yang tersebar pada empat kabupaten yakni Hulu Sungai Selatan dan Barito Kuala masing-masing 100 hektare, Hulu Sungai Tengah 125 hektare dan Kabupaten Banjar seluas 25 hektare.
Sedangkan komoditas lainnya yang juga dikembangkan dalam kegiatan paket lengkap berupa pengembangan kopi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tabalong, dan Tanah Bumbu seluas 50 hektare yang dibiayai APBD Provinsi.
Pengembangan nilam seluas 25 hektare di Kabupaten Kotabaru, Tabalong, dan Kabupaten Banjar, kemudian pemurnian kebun entrys karet seluas 10 hektare di Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru dan Tanah Laut.
Selain itu, juga dilaksanakan pembangunan kebun entrys karet seluas 10 hektare yang tersebar di Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Tengah, Kotabaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Banjarbaru.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010
"Pengembangan komoditas unggulan itu merupakan kegiatan utama yang dilaksanakan Dinas Perkebunan Kalsel tahun 2010," ujar Kepala Dinas Perkebunan Kalsel, Haryono, di Banjarbaru.
Kegiatan pengembangan komoditas unggulan bidang perkebunan itu disampaikannya Sekretaris Daerah Provinsi, Muchlis Gafuri dan sejumlah pimpinan SKPD Pemprop Kalsel dalam acara "coffee morning" di aula Disbun Kalsel di Banjarbaru, Rabu.
Pengembangan karet rakyat meliputi pengembangan lahan seluas 2.765 hektare berupa pembibitan, pembukaan lahan dan sarana produksi yang dibiayai APBD I, APBD II, Ditjen Pengelolaan Lahan, Sarana dan Sumber Daya serta Ditjen Perkebunan.
"Sumber pembiayaan kegiatan pengembangan karet rakyat berasal dari APBD I, APBD II dan dukungan pembiayaan dari pusat dengan diarahkan melalui pembibitan, pembukaan lahan dan sarana produksi," ungkapnya.
Disebutkan, pengembangan karet rakyat tersebar pada sepuluh kabupaten dan kota mulai dari Kabupaten Kotabaru dengan luas paling besar yakni 629,5 hektare, Tapin 430 hektare, Tabalong 402 hektare, Tanah Bumbu 400 hektare.
Selanjutnya, Kabupaten Balangan 325 hektare, Hulu Sungai Selatan 225 hektare, Hulu Sungai Tengah 200 hektare, Barito Kuala 100 hektare serta Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kota Banjarbaru masing-masing seluas 25 hektare.
Pengembangan kelapa sawit berupa perluasan lahan seluas 800 hektare yang tersebar pada empat Kabupaten yakni Kotabaru dan Tanah Bumbu masing-masing seluas 300 hektare serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Tanah Laut masing-masing seluas 100 hektare melalui pembiayaan APBDi, APBD II, dan TP Perkebunan kabupaten.
Sementara itu, pengembangan kelapa dalam seluas 350 hektare melalui pembiayaan APBD I dan APBD II yang tersebar pada empat kabupaten yakni Hulu Sungai Selatan dan Barito Kuala masing-masing 100 hektare, Hulu Sungai Tengah 125 hektare dan Kabupaten Banjar seluas 25 hektare.
Sedangkan komoditas lainnya yang juga dikembangkan dalam kegiatan paket lengkap berupa pengembangan kopi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tabalong, dan Tanah Bumbu seluas 50 hektare yang dibiayai APBD Provinsi.
Pengembangan nilam seluas 25 hektare di Kabupaten Kotabaru, Tabalong, dan Kabupaten Banjar, kemudian pemurnian kebun entrys karet seluas 10 hektare di Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru dan Tanah Laut.
Selain itu, juga dilaksanakan pembangunan kebun entrys karet seluas 10 hektare yang tersebar di Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Tengah, Kotabaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Banjarbaru.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010