Banjarbaru (ANTARA) - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan mengoptimalkan pemanfaatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk meningkatkan ekonomi pekebun dan peternak melalui penguatan kelembagaan serta rantai usaha dari hulu hingga hilir.
Kepala Disbunnak Kalsel Suparmi di Banjarbaru, Rabu, mengatakan KDMP menjadi peluang strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan, terlebih Kalsel telah memiliki 86 koperasi kelapa sawit, tujuh koperasi karet, dan 244 Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) sebagai wadah pekebun meningkatkan kualitas serta pemasaran hasil produksi.
“Kami sangat mendukung Program KDMP, khususnya dalam pemanfaatan untuk mendukung pengembangan subsektor perkebunan dan peternakan di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan sektor perkebunan dan peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan energi berkelanjutan, sehingga kolaborasi KDMP dengan kelembagaan yang telah ada dapat memperkuat usaha masyarakat dari penyediaan sarana produksi, budi daya, pengolahan, hingga pemasaran.
Menurut dia, sinergi tersebut berpotensi meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan dan peternakan, karena kelembagaan yang sudah berjalan memiliki sistem usaha serta jaringan pemasaran yang dapat dikembangkan dengan skala lebih luas.
“Kolaborasi ini sangat baik karena dapat memperkuat seluruh rantai usaha, mulai dari budi daya hingga pemasaran hasil perkebunan dan peternakan, sehingga nilai tambah yang diperoleh masyarakat akan semakin meningkat,” katanya.
Disbunnak Kalsel terus mengembangkan Program Korporasi Pekebun Berbasis Kawasan Karet melalui penguatan UPPB dengan mendorong diversifikasi usaha agar pekebun tidak hanya bergantung pada satu komoditas.
Saat ini, kata dia, sejumlah UPPB telah mengembangkan usaha tambahan berupa peternakan sapi dan kambing serta budi daya tanaman pangan dan hortikultura sebagai upaya membangun ekonomi masyarakat berbasis perkebunan yang lebih produktif.
la menjelaskan diversifikasi usaha tersebut diarahkan untuk meningkatkan pendapatan pekebun melalui kegiatan ekonomi berkelanjutan dengan dukungan berbagai mitra strategis dan instansi terkait.
“Kami ingin membangun ekonomi berbasis perkebunan yang lebih kuat. Dari komoditas karet, masyarakat juga bisa mengembangkan usaha peternakan maupun tanaman pangan sehingga sumber pendapatannya semakin beragam,” ujarnya.
Suparmi menyampaikan bahwa UPPB dan koperasi yang telah berjalan menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan KDMP karena sistem usaha dan jaringan pemasaran telah terbentuk, sehingga skalanya dapat diperluas agar manfaat ekonomi semakin besar bagi masyarakat.
Pewarta: Tumpal Andani AritonangEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.