Neraca perdagangan ekspor impor di Kalimantan Selatan, September 2018 hasil statistik Badan Pusat Statistik mengalami surplus sebesar 641,24 juta dolar AS lebih kecil dibanding Agustus 481,21 juta dolar AS.

"Neraca perdagangan Kalsel tetap menunjukkan nilai positif sehingga ekspor impor pada bulan September mengalami surplus," ujar Kepala BPS Kalsel Diah Utami di Kota Banjarbaru, Jumat.

Ia mengatakan, nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalsel bulan September sebesar 549,47  juta dolar AS atau turun 5,29 persen dibandingkan bulan Agustus yang mencapai 580,18 juta dolar AS.

Sedangkan impor Kalsel September juga mengalami penurunan sebesar 10,85 persen dari nilai sebelumnya sebesar 98,97 juta dolar AS menjadi 88,23 juta dolar AS dan turun 9,13 persen dibanding September 2018.

"Jadi ekspor impor Kalsel bulan September sama-sama mengalami penurunan, ekspor turun 26,03 persen dibandingkan tahun lalu dan impor juga turun sebesar 9,13 persen dibanding 2018," ungkapnya. 

Komoditi utama penyumbang ekspor terbesar yakni kelompok bahan bakar mineral sebesar 498,95 juta dolar AS, mengalami kenaikan sebesar 3,23 persen dibanding ekspor Agustus.

Komoditas kedua yakni kelompok lemak dan minyak hewani/nabati yang menyumbang ekspor dengan nilai sebesar 31,95 juta dolar AS yang mengalami penurunan sebesar 60,01 persen.

Urutan ketiga yakni kelompok berbagai produk kimia dengan nilai ekspor 9,91 juta dolar AS atau turun sebesar 3,71 persen dibandingkan bulan Agustus yang mencapai 10,29 juta dolar AS.

"Kontribusi kelompok bahan bakar mineral terhadap total ekspor sebesar 90,81persen, kelompok barang lemak 5,81 persen dan kelompok berbagai produk kimia 1,80 persen," ucapnya.

Negara utama tujuan ekspor yakni Tiongkok dengan nilai 153,41 juta dolar AS, kemudian India sebesar 117,81 juta dolar AS dan ekspor ke Filipina dengan nilai ekspor sebesar 53,33 juta dolar AS.

Sementara, nilai impor September sebesar 88,23 juta dolar AS atau turun 10,85 persen dibanding impor Agustus yang mencapai 98,97 juta dolar AS dan turun 9,13 persen dibanding September 2018.

Komoditi utama impor Kalsel dari kelompok bahan bakar mineral 71,14 juta dolar AS, kelompok mesin/pesawat mekanik sebesar 14,49 juta dolar AS dan kelompok pupuk sebesar 1,04 juta dolar AS.

"Negara utama pemasok impor yakni Singapura dengan nilai 70,36 juta dolar AS, Korea Selatan sebesar 14,29 juta dolar AS dan Jerman dengan nilai impor sebesar 1,46 juta dolar AS," katanya.

 

Pewarta: Yose Rizal

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019