PT Permodalan Nasional Madani/PNM (Persero)  bersama dengan PT Sarana Multigriya Finansial/SMF  (Persero) menandatangani nota kesepahaman terkait pembiayaan perumahan yang layak dan terjangkau untuk karyawan PNM di seluruh Indonesia.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan reaktualisasi dari pengembangan potensi masing-masing untuk memperluas pelaksanaan fungsi-fungsi sebagai agen pembangunan sekaligus agen pencipta nilai yang diemban oleh kedua entitas.

Sementara itu, Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengungkapkan bahwa SMF  menyambut baik atas sinergi yang terjalin melalui kerja sama ini.

"Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan PMN melalui akses kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau," kata Ananta Wiyogo.

Baca juga: Dua menteri ini ingin ngajar dan buat novel

Menurut dia, hal tersebut juga sekaligus menggali potensi baru yakni pembiayaan KPR bagi masyarakat umum penggiat UMKM binaan PNM, seperti Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) serta Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Ia juga mengutarakan harapannya agar ke depan hal tersebut dapat berjalan lancar, serta menginspirasi BUMN lainnya untuk dapat bersinergi bersama SMF.

Ananta mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu bentuk komitmen SMF sebagai BUMN di bawah Kementerian Keuangan, yang mengemban tugas dari Pemerintah sebagai Special Mission Vehicle (SMV) untuk membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan di Indonesia.

Penandatanganan MoU ini merupakan wujud nyata dalam menciptakan sinergi antar-BUMN yang bertujuan untuk pengembangan bidang usaha kedua BUMN, di mana SMF menyalurkan fasilitas pembiayaan jangka menengah/panjang terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khususnya kepada karyawan PNM yang saat ini berjumlah 37.699 dan tersebar di seluruh Indonesia.

Baca juga: BPKN soroti perumahan subsidi bermasalah

Melalui kerja sama ini PNM melakukan peningkatan kesejahteraan karyawan melalui kepemilikan perumahan yang layak dan terjangkau.

Selain itu, ke depannya PNM juga akan memanfaatkannya untuk pengembangan bisnis jasa manajemen dan kemitraan bagi berbagai UMKM.

Saat ini PNM memiliki 2.854 kantor layanan, yang terdiri dari 62 kantor cabang PNM, 628 kantor layanan ULaMM dan 2.164 kantor cabang Mekaar.

Baca juga: Pembobol perumahan elite Citraland Banjarmasin acungkan benda mirip senpi

Pewarta: M Razi Rahman

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019