Warga Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan kembali dibikin heboh akan temuan air hasil pengeboran tanah yang diduga mengeluarkan gas.

Camat Babirik Harunur Rasyid di Amuntai, Jumat mengatakan, warga Desa  Sungai Dalam Rt3 menemukan semburan air hasil penggalian sumur yang mengeluarkan gas.

"Peristiwa serupa kata warga juga pernah terjadi beberapa tahuh sebelumnya di desa mereka, warga bertanya, apakah ini berarti ada kandungan gas alam di bawah tanah di wilayah setempat," ujar Harun.

Baca juga: Separuh Wilayah HSU Kandung Gas Bumi

Harun mengatakan, peristiwa penemuan sumur air mengeluarkan di duga gas ini terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 wita.

Warga curiga setelah menggali sumur tiba-tiba air menyembur dengan sendirinya tanpa menggunakan mesin sedot.

Memastikan, apakah benar semburan tersebut mengandung gas apa tidak, kata dia, warga mencoba menyulut korek api dekat semburan air, ternyata api menjadi agak membesar seperti ada semburan gas yang keluar bersama air sumur tersebut.

"Kita sudah laporkan temuan ini kepada pihak Polsek Babirik dan menghimbau warga agar tidak lagi menyulut api di dekat galian sumur, dikhawatirkan berbahaya," katanya.

Kepala Dinas Perumahan, Wilayah Permukiman dan Lingkungan Hidup Ir Rusnaidy bersama Kepala Bagian Sumber Daya Alam dan Ekonomi Setda HSU Muhammad Rafiq telah meninjau lokasi sumur bor.

"Contoh air akan kami periksa di laboraturium PDAM Amuntai, nanti apabila analisanya positif bisa dikonsumsi maka akan kami rekomendasikan kepada masyarakat," kata Rafiq.
 
Air sumur bor bersih dan bening. (Eddy Abdillah)

Berdasarkan pengamatan, kata Rafiq, saat pengambilan contoh air, airnya bersih dan info dari tenaga pengebor juga waktu keluar airnya jernih dan tidak bewarna. Memang masih ada gas metan dan kalau disulut dengan korek api akan menyala kemudian mati sendiri.

Pengeboran air tanah di Desa Sungai Dalam Kecamatan Babirik ini dilaksanakan melalui program dana DAK air minum Dinas PUPR  HSU 2019. Lokasinya memang berseberangan dengan lokasi penemuan sumur bor serupa pada 2016.

"Untuk sumur bor 2016 sebenarnya airnya layak untuk dikonsumsi, namun tidak dimanfaatkan masyarakat, barangkali karena takut," katanya.

Berdasarkan hasil penelitian, untuk lokasi sumur bor 2016 gas metannya sudah tidak ada lagi dan diperkirakan sumur bor yang baru ditemukan kali ini juga gas metan akan hilang dengan sendirinya.

Pemerintah daerah, lanjut Rafiq tidak ingin berspekulasi dengan adanya beberapa kali kasus temuan sumur bor mengeluarkan gas metan inu, apakah berarti dibawah tanah Kecamatan Babirik ada kandungan gas alam.

"Biarlah nanti pihak yang lebih berwenang untuk meneliti dan menyimpulkan," pungkasnya.
Baca juga: Polres HSU Klarifikasi Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg
Baca juga: Separuh Wilayah HSU Kandung Gas Bumi  

 

Pewarta: Eddy Abdillah

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019