"Kalau misalnya layanan kesehatan kurang, maka sulit meningkatkan IPM," lanjutnya berkaitan keluhan masyarakat terhadap layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin yang dianggap belum maksimal.
Karena itu, politisi PAN tersebut, meminta, RSUD Ulin yang merupakan milik pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel dan sudah berstatus Badan Layanan Umum Daera (BLUD) agar lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat/pasiennya.
"Kasus seperti Alvin, seorang bocah yang mau berobat/periksa kesehatan di RSUD Ulin beberapa hari lalu, jangan sampai terulang," tandasnya menjawab wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel.
Mengenai tanggapan Direktur RSUD Ulin dr Abimanyu SP.Pd terkait layanan kesehatan masyarakat dari rumah sakit yang dipimpinnya, wakil rakyat dari PAN yang menyandang gelar sarjana hukum dan magister ilmu hukum itu, menyatakan, tidak sependapat.
"Ukuran layanan kesehatan bukan cuma secara kuantitas, tapi juga kualitas. Jadi tidak benar kalau dari ratusan atau ribuan pasien, yang tak terlayani maksimal satu atau beberapa orang, pelayanan sudah dianggap baik," katanya.
"Pola pikir atau anggapan seperti itu harus diubah, kalau memang pelayanan kesehatan mau masuk penunjang dalam meningkatkan penilaian IPM Kalsel. Karena kesehatan menjadi bagian dari penentu IPM, disamping sektor lain," demikian Rakhmat.
Sebelumnya atau beberapa hari lalu seorang bocah yang duduk di sekolah dasar bersama ayahnya datang ke poli bedah, untuk memeriksakan kesehatan, namun tak ada dokter yang memberikan pelayanan.
Semula bocah itu bersama orang tuanya datang ke poli bedah RSUD Ulin 11 Februari 2013, tapi petugasnya menyuruh datang lagi 12 Februari 2013, karena pada hari itu tak ada dokter spesialis tersebut.
"Namun pada kedatang kedua kali, lagi-lagi tak ada layanan dokter, walau menunggu dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita," ungkap Syarif, orang tua bocah yang mau memersiksakan kesehatannya itu.
Wakil Direktur RSUD Ulin dr Ali Assegaf SP Pr ketika dikonfirmasi, menyatakan, tak benar dokter di poli bedah itu tidak ada. "Dokter di poli bedah itu banyak," katanya.
"Kalau memang tak ada, tolong laporkan, siapa nama pasien dan hari apa/jam berapa. Kami akan tindaklanjuti," ucap dokter spesialis paru yang tergolong ramah dengan wartawan itu.
Pada kesempatan terpisah, Direktur RSUD Ulin itu seakan membela diri, dengan menyatakan, layanan rumah sakit yang dipimpinannya mengalami peningkatkan.
"Kalau cuma satu atau beberapa pasien yang tak terlayani maksimal, sementara ratusan atau ribuan orang tak ada keluhan, apakah layanan RSUD Ulin jelek," ujar dokter yang juga bekerja di rumah sakit swasta di "kota seribu sungai" Banjarmasin itu.
"Memang tidak semua pasien yang datang ke RSUD Ulin, yang jumlahnya ratusan, dan bahkan ribuan orang bisa terlayani maksimal, sementara tenaga medis dan paramedis terbatas," demikian Abimanyu.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.