Direktur Utama PDAM Banjarmasin, Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Rabu membenarkan ancamam gangguan pelanggan PDAM setelah adanya proyek jembatan layang tersebut.
Masalahnya di bawah proyek tersebut terbentang perpipaan besar suplai air bersih ke pelanggan kota setempat, katanya.
Oleh karena itu, katanya pihak PDAM melakukan pertemuan dengan pelaksana Balai Besar Jalan dan Jembatan Kemen PU, Kepala Satuan Kerja (Satker) dan kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) untuk membahas masalah tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati perpipaan PDAM harus dipindahkan agar tidak terkena proyek tersebut dan dananya ditanggung bersama.
"Alhamdulillah sekarang kita lega karena usaha mencari solusi pemindahan pipa PDAM Banjarmasin dengan dana Rp5 Miliar disepakati," kata Muslih.
Langkah ini diambil dkarenakan bila pondasi tiang flyover ditanam, maka ada dua pilihan yang harus dilakukan, yaitu memindah lokasi pemasangan pondasi tiang atau memindahkan pipa PDAM yang sudah ditanam sejak 1993 tersebut.
Jadi, katanya, melihat dua hal tersebut, berdasarkan hasil keputusan sementara, PDAM mengalah demi kelancaran pembangunan flyover, karena melihat nilai setiap perubahan, lebih mahal mengubah posisi flyover ketimbang memindahkan lokasi pipa.
Dalam pemindahkan pipa berdiameter 63 meter tersebut harus menelan dana Rp5 miliar, padahal PDAM tak memiliki dana sebesar itu.
Muslih juga mengatakan selama proses pemindahan, pihaknya akan mampu menyelasaikannya selama dua bulan karena harus memesan pipa dengan jenis HDPE, dan proses penanaman pipa serta peyambungan dengan instalasi lain, dan pipa yang diperlukan panjangnya sekitar 700 meter.
"Kita berharap pemindahan pipa tersebut bisa dilaksanakan secepatnya, setidaknya setelah bulan Maret tahun ini, karena kita dengar 2013 ini proyek itu mentargetkan selesai pemasangan pondasi dan tiangnya," kata Muslih.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.