Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalsel melalui dinas perkebunan setempat memprogramkan peningkatan produksi karet dengan cara memperluas areal perkebunan karet pada 2011 seluas 1.150 hektare,

Kepala Dinas Perkebunan Tabalong Ir Saepuddin di Tanjung, Rabu mengatakan, perluasan lahan karet yang didukung dana APBD kabupaten, provinsi dan APBN  tersebut juga bertujuan untuk memanfaatkan lahan tidur dan peremajaan lahan karet yang rusak/tua.

Dia menjelaskan, untuk APBD provinsi perluasan lahan karet mencapai 150 hektare, kabupaten Tabalong sekitar 800 hektare dan APBN sekitar 200 hektare.

Dalam pelaksanaannya, kata dia, perluasan lahan karet melibatkan kelompok tani dengan jatah 25 hektare untuk masing-masing kelompok.

Kelompok tani bisa mengusulkan permohonan ke dinas perkebunan dengan syarat lahan yang diajukan tidak berada dalam kawasan hutan dan bukan tanah bermasalah.

"Saat ini sudah ada ratusan kelompok tani yang mengajukan permohonan untuk perluasan lahan karet, rencananya satu kelompok tani dipercaya mengelola 25 hektare," tambahnya.

Sementara itu, data pada dinas perkebunan Tabalong luas areal perkebunan karet di daerah itu mencapai 53.786 hektare dengan rincian tanaman produktif sekitar 34.868 hektare belum produktif 10.510 hektare dan yang rusak 8.408 hektare.

"Adapun tingkat produktivitas karet kita memang masih rendah yakni sekitar 34.789 ton pertahun dari total luas areal tanaman mencapai 53.786 hektare," ujarnya.(mia*C)


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026