"Bila masih banyak sampah menumpuk waktu siang hari lantaran terlamat ditangani petugas kebersihan, bisa memberitahukan masalah tersebut kepada saya," kata Wali Kota Banjarmasin, Minggu, membuktikan keseriusannya menanggulangi masalah sampah tersebut.
Meski demikian, dia sangat berharap masyarakat ikut berperan dalam menangani persoalan sampah yang tidak ada habis-habisnya ini, yakni membuang sampah pada tempatnya dan waktunya yakni di malam hari.
Menurutnya, jika memang sudah terlalu parah tumpukan sampah, dikarenakan persoalan lambannya Dinas Kebersihan menangani, angan sungkan mengadukan masalah itu kepadanya.
Ia mengakui belakangan ini produksi sampah kian meningkat saja, apalagi disaat musim hujan seperti sekarang ini, ditambah musim buah-buahan yang buah-buahan itu banyak dijualbelikan di kota ini maka produksi sampah ikut meningkat.
Hanya saja produksi yang kian meningkat tersebut belum tertanggulangi seluruhnya,lantaran fasilitas yang ada kurang mencukupi, disamping petugasnya yang kurang, hal itu lantaran keterbatasan dana yang tersedia di pemerintahan setempat.
Hal lain Pemkot Banjarmasin juga kesulitan menambah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara, lantaran sulit mendapatkan lahan, karena masyarakat tidak mau rumah berdampingan dengan TPS tersebut.
Seperti penuturan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin Muhyar, bahwa penambahan TPS sangat sulit diwujudkan, apalagi di wilayah padat penduduk, dan saat ini di Banjarmasin sudah ada sekitar 200 titik.
Mengenai armada sampah seperti truk cuma sebanyak 40 unit, itupun banyak yang sudah berusia tua hingga sering modok,kendati demikian pihaknya berusaha bekerja maksimal, ucapnya seraya menyebutkan jumlah sampah sekitar 700 meterkubik per hari.C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.