Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan membuka rumah pasar sayur di Desa Telaga Langsat sebagai sarana untuk mempermudah aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Kepala Divisi Ekonomi Moneter Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Triatmo Doriyanto, di Banjarmasin, Senin mengatakan, rumah pasar sayur tersebut diresmikan pada 21 Januari 2013 oleh Bank Indonesia bersama dengan Pemkab Hulu Sungai Selatan.

"Berdirinya rumah pasar sayur ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan jual beli sehingga menurunkan biaya transaksi yang selama ini timbul," kata Triatmo.

Menurut dia, keberadaan rumah pasar tersebut, diharapkan akan mampu menjaga stabilitas harga sayur mayur Hulu Sungai Selatan.

Dengan adanya rumah pasar sayur yang berada di sekitar lokasi pertanian, maka jalur distribusi dan transportasi akan jauh lebih cepat dan murah, petani juga akan mampu menghemat biaya.

Triatmo menambahkan, pembangunan rumah pasar sayur tersebut juga sebagai salah satu upaya Bank Indonesia bersama pemerintah daerah untuk memberdayakan ekonomi daerah dan pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Maurids H Damanik menambahkan, meskipun tugas utama BI adalah menjaga kestabilan harga, namun kemajuan sektor usaha daerah juga menjadi perhatian dalam penyusunan program kerja organisasi di BI.

Hal tersebut, kata dia, tidak lepas dari peran ekonomi daerah dalam menjaga kestabilan inflasi, khususnya dari sisi supply.

"Ibarat sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui, program yang disusun oleh BI tidak hanya bertujuan untuk menjaga kestabilan harga saja, namun juga mendorong sektor usaha agar lebih berkembang," katanya.

Hal tersebut, kata dia, tercermin dari realisasi program yang diselenggarakan oleh BI bersama Pemkab Hulu Sungai Selatan tersebut diatas.

Selain di HSS, BI juga telah melakukan berbagai kegiatan untuk membantu pengembangan ekonomi masyarakat dan pertanian di beberapa kabupaten di Kalimantan.

Beberapa program yang telah dilakukan antara lain adalah, pembangunan klaster padi di Kabupaten Barito Kuala, klaster karet di Kabupaten Tabalong, pengembangan industri dan kerajinan di beberapa kabupaten produktif seperti di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Tapin.

Upaya tersebut, selain untuk mendorong ekonomi kecil dan menengah, juga memberikan kesempatan kepada petani agar lebih mandiri, sehingga mendapatkan tingkat kesejahteraan yang lebih baik.C


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026