Harga tandan buah segar (TBS) hasil perkebunan kelapa sawit petani di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, beberapa pekan ini Rp500 per kilogram.

Seorang petani kelapa sawit Ummi Bisri, di Kotabaru, Minggu, mengatakan, hingga hari ini harga TBS masih tetap berkisar Rp500 per kilogram, padahal sebelumnya tembus harga Rp1.000 per kilogram.

Menurut pedagang pengumpul, salah satu penyebab turunya harga TBS karena penjualan TBS di pabrik kelapa sawit (PKS) mengalami antrean panjang.

Bahkan antrean tersebut mencapai tiga hari, terangnya.

Akibat lama antre, kualitas TBS menjadi turun dan hal itu menyebabkan harga TBS di tingkat petani juga turun.

Seorang pedagang pengumpul TBS Sunarso, mengemukakan, penyebab aktrean panjang karena banyak TBS dari wilayah Kalimantan Timur masuk dijual di PKS-PKS di wilayah Kotabaru Kalsel.

Dulu, ujarnya, sebelum ada TBS Kaltim masuk ke Kalsel, harga TBS normal dan pedagang pengumpul lancar menjual TBS ke PKS-PKS di Kotabaru.

Selain antrean panjang, pabrik juga lebih teliti dalam membeli TBS.

"Tidak semua TBS diterima oleh pabrik, sehingga petani juga diminta selektif dalam memanen TBS-nya agar tidak ditolak pabrik," terangnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD KOtabaru H Alpidri Supian Noor MAP, mengemukakan, seharusnya ada payung hukum yang mengatur penjualan TBS.

Mungkin perlu dibuat produk hukum, agar TBS luar tidak masuk ke Kotabaru.

Tujuanya, untuk menjaga harga dan melindungi petani di Kotabaru sendiri.

"Kasihan, petani kita," tegas Ketua DPRD.C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026