Kepala BPBD Kabupaten Banjar H Sunarto di Martapura, Jumat mengatakan, jumlah daerah dan rumah yang terendam banjir terus meluas, sebelumnya banjir hanya melanda 13 desa kini sudah mencapai 129 desa dengan 7.065 kepala keluarga dan 14.350 jiwa.
Selain perumahan, banjir kini juga merendam tidak kurang dari 55 sekolah, sehingga aktivitas belajar mengajar menjadi terganggu.
"Masyarakat belum ada yang mengungsi hanya sebagian barang berharga seperti sepeda motor dan mobil yang diungsikan ke lokasi yang lebih tinggi," katanya.
Menurut Sunarto, ketinggian air banjir mencapai 50 cm hingga 1,5 meter, namun sebelumnya, ketinggian air di sebagian daerah mencapai 2 meter, sehingga petugas kesulitan untuk melakukan pendataan secara pasti.
"Daerah yang terkena banjir cukup banyak dan terpencar, sedangkan air cukup tinggi, sehingga sulit ditembus oleh mobil maupun kendaraan bermotor," katanya.
Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kata dia, sejak Kamis (10/1) pemerintah Kabupaten Banjar menetapkan darurat banjir hingga 14 hari ke depan dan bisa diperpanjang sesuai dengan kebutuhan.
Penetapan darurat banjir tersebut, kata dia, berdasarkan pertimbangan bahwa lokasi banjir terus meluas, aktivitas masyarakat yang terkena banjir terganggu, sehingga untuk keluar rumahpun sulit.
Dengan ditetapkannya darurat bencana, maka posko seluruh kecamatan di Kabupaten Banjar wajib siaga, sehingga sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan, akan lebih cepat penanganannya.
Sepuluh kecamatan yang terkena banjir yaitu, Kecamatan Astambul, Simpang Empat, Kertak Hanyar, Martapura Timur, Martapura Barat, Martapura Kota, Pengaron, Sungai Pinang, Sungai Tabuk dan Tatah Makmur.
"Kerugian akibat banjir belum bisa kita data, karena saat ini sebagian besar rumah masih terendam, semoga tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi," katanya.
Menurut Sunarto, banjir di mulai dari daerah atas, sehingga sebagian daerah airnya mulai turun, namun di daerah bawah air terus naik.
Banjir disebabkan meluapnya Sungai Martapura akibat hujan deras di daerah hulu selama beberapa hari terakhir. Pekan lalu, luapan air sungai yang sama juga merendam sejumlah desa yang dilintasi sungai tersebut.
Sementara itu, banjir yang merendam Kabupaten Tapin kini mulai surut dan masyarakat kembali beraktivitas seperti semula.
Sejak dua hari sebelumnya, banjir merendam dua kecamatan di kabupaten tersebut, yaitu di Kecamatan Rangda Malingkung, sebanyak 95 kepala keluarga dan di Kupang 121 kepala keluarga.
"Pada dua dua daerah tersebut kita sempat mendirikan dapur umum, tapi kini telah kita bongkar," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapin, Murjani.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.