Wakil Ketua DPRD Kalsel Muhammad Iqbal Yudianoor kepada wartawan Banjarmasin, Senin, menerangkan, studi banding anggota dewan yang terdiri dua Panitia Khusus (Pansus) itu, guna pengayaan dalam pembahasan Raperda.
Pansus I DPRD Kalsel membahas Raperda Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) 2012 - 2032, yang diketuai H Puar Junaidi dari Partai Golkar, studi banding ke "Bumi Siliwangi" Jabar.
Kemudian Pansus II DPRD Kalsel membahas Raperda Tentang Perkebunan Berkelanjutan, diketuai H Hasmy Fadillah Akbar, juga dari Partai Golkar, studi banding ke "Bumi Sriwijaya" Sumsel.
Ketika ditanya, apakah Jabar sudah memiliki RTRWP 2012 - 2032 Politisi muda Partai Demokrat itu menyatakan, belum atau sama saja dengan Kalsel masih dalam pembahasan.
"Tapi dalam studi banding itu bisa tukar pendapatan atau pemikiran terkait dengan RTRWP, sehingga makin memperkaya acuan dalam pembahasan RTRWP tersebut," tandasnya.
Guna lebih memantapkan pembahasan RTRWP Kalsel, Pansus I juga bermaksud mengundang pemerintah kabupaten/kota seprovinsi tersebut, serta pihak-pihak terkait lain, lanjutnya.
Begitu pula, ketika ditanya, apakah Sumsel sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) pembangunan perkebunan berkalanjutan? dia mengaku tidak mengetahui secara pasti.
"Namun tidak salahnya kita melakukan studi banding ke Sumsel. Karena di provinsi yang merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya itu juga memiliki perkebunan yang cukup maju," ujarnya.
"Tapi nantilah, kita tunggu hasil studi banding ke Jabar dan Sumsel, apa saja yang bisa kita petik untuk Kalsel," demikian Iqbal.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.