Jakarta (ANTARA) - Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel)  mendorong realisasi target 1.100 hektare (ha) pengembangan kelapa dalam di provinsinya yang terdiri atas 13 kabupaten/kota.

"Oleh sebab itu, saat pertemuan/konsultasi dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Ditjenbun Kementan RI), kami pertanyakan realisasi tersebut," ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel H Suripno Sumas ketika dikonfirmasi, Sabtu. 

Komisi II DPRD Kalsel dengan pimpinan rombongan Suripno Sumas kunjungan kerja ke Ditjenbun di Jakarta sebagai langkah strategis dalam mendorong percepatan pengembangan komoditas kelapa dalam yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan petani.

Dalam pertemuan di Ditjenbun, Kamis (23/7/2026), Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel menyampaikan, bahwa Tahun 2026 provinsinya mendapat target penanaman kelapa dalam seluas 1.100 ha terbagi pada dua kabupaten yaitu Kabupaten Barito Kuala (Batola) 600 ha dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) 500 ha. 

Baca juga: DPRD Kalsel dorong pembentukan tim terpadu percepatan legalitas aset daerah

Namun upaya pencapaian target tersebut masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran, terutama terkait dukungan subsidi dari pemerintah pusat yang belum memadai.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel H Jahrian menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor di tingkat daerah. 

Ia mendorong sinergi antara Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan agar kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat pemanfaatan secara optimal sebagai alternatif lahan pengembangan kelapa dalam.

Pemerintah pusat melalui Ditjenbun juga menyatakan kesiapan untuk terus mendukung daerah melalui berbagai program, antara lain peremajaan tanaman, penyediaan bibit unggul, serta penguatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk kelapa dalam.

Baca juga: DPRD Kalsel kawal pelayanan korban kekerasan dan pasien RSJ

"Kita harapkan melalui kunjungan kerja ini terbangun koordinasi yang lebih solid antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga program pengembangan kelapa dalam di Kalsel dapat berjalan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Jahrian. 

Rombongan Komisi II DPRD Kalsel dengan pimpinan Wakil Ketuanya H Suripno Sumas saat kunjungan ke Ditjen bunga KementanRI di Jakarta, Kamis (23/7/2026). (ANTARA/HO Humas Setwan Kalsel)

Menerima kunjungan rombongan Komisi II DPRD Kalsel tersebut, Ketua Tim Kerja Kelapa Ditjenbun Kementan Agus Rosyid Wasingun.

Menurut dia, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga penguatan hilirisasi komoditas kelapa dalam.

Menanggapi permasalahan rencana pengembangan kelapa dalam di Kalsel, dia menyatakan, bahwa melalui Ditjenbun pemerintah pusat tetap berkomitmen dan mengharapkan target penanaman 1.100 ha di Kalsel dapat terealisasi Tahun 2026. 

"Hal tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan sektor perkebunan nasional sekaligus peningkatan produktivitas komoditas unggulan daerah," pungkas Agus Rosyid Wasingun.



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026