"Terdapat tiga kasus DBD di daerah kita dalam minggu ini, kita minta warga untuk waspada," ujar Kepala Dinkes Kota Banjarmasin Diah R Praswati kepada wartawan, Senin.
Menurutnya, waktu memasuki musim hujan sekarang ini biasanya serangan penyakit akibat sengatan nyamuk Aedes aegypti meningkat seiring kian berkembangnya populasi jenis nyamuk penular DBD itu.
Tiga kasus DBD yang ditemukan ini sudah ditangani langsung oleh kalangan petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan daerah yang diserang nyamuk demam berdarah itu juga sudah diasap (pengasapan untuk mematikan jentik dan sarang nyamuk).
Dia mengharapkan, warga setempat diminta untuk melapor apabila ada keluarganya yang terkena DBD agar bisa lebih cepat ditangani untuk diberi pengobatan, dan bisa diberantas sarang nyamuknya.
Menurutnya, menghindari ancaman DBD ini, warga diminta berperilaku hidup sehat dan bersih, terutama membersihkan lingkungan dan drainase yang biasa menjadi sarang nyamuk.
Dia mengatakan, berdasarkan pengalaman kenaikan kasus DBD dalam dua tahun terakhir ini apabila sudah memasuki bulan Oktober hingga April, di mana intensitas hujan mulai tinggi.
Dalam kurun waktu 2012 ini, ungkapnya, sudah 50 lebih kasus DBD di daerah ini, dan ini memang menurun dari tahun 2011, tapi korban jiwanya lebih sedikit, semoga jangan sampai ada lagi korban jiwa akibat DBD ini, ujarnya. C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.