Begitu pula jika dibandingkan dengan periode yang sama Oktober 2011, yang ketika itu mencapai 246,42 juta dolar AS, nilai impor Kalsel Oktober 2012 turun sebesar 7,00 persen, ungkap kepala Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi setempat Iskandar Zulkarnaen, Senin.
Secara kumulatif nilai impor Kalsel Januari � Oktober 2012 sebesar 2,87 miliar dolar AS atau naik 11,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011, yang ketika itu hanya mencapai 2,57 miliar dolar AS, lanjutnya.
Komoditi utama impor terbesar Kalsel pada Oktober 2012 berdasar kode Harmonized System (HS) 2 dijit terdiri dari kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai 199,52 juta dolar AS.
Kemudian kelompok kapal laut (HS 89) dengan nilai 9,56 juta dolar AS dan kelompok kendaraan dan bagiannya (HS 87) dengan nilai 8,11 juta dolar AS.
Negara pemasok produk impor Kalsel Oktober 2012, terbesar dari Singapura dengan nilai 85,64 juta dolar AS, Malaysia dengan nilai 69,16 juta dolar AS dan China dengan nilai 34,88 juta dolar AS.
Bila dibandingkan antara nilai ekspor Kalsel sebesar 724,85 juta dolar AS dengan nilai impor 229,16 juta dolar AS, berarti ada selisih yang merupakan perolehan devisa 495,69 juta dolar AS.
Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua Komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalsel Hermansyah, menyambut positif nilai ekspor asal provinsinya yang mengalami kenaikan dan nilai impor yang menurun.
"Karena dengan kenaikan nilai ekspor dan menurunnya nilai impor, berarti secara finansial, Kalsel memperoleh keuntungan," lanjut anggota DPRD dua periode tingkat provinsi tersebut.
Selain itu, menunjukan kemampuan Kalsel mengendalikan impor dan untuk mencintai produk dalam negeri sebagai kebutuhan sendiri, demikian Hermansyah. C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.