Seorang warga Kotabaru Tugiman, Jumat, mengatakan, beberapa hari ini gelombang laut di perairan Pulau Sembilan dan Laut Jawa mulai teduh.
Dalam kondisi gelombang tinggi, nelayan di sejumlah daerah di Pulau Sembilan lebih memilih beristirahat dan memperbaiki jaring tangkap atau kapal.
Namun sebagian nelayan yang lain memilih berpindah ke daerah lain, untuk mencari nafkah demi mempertahankan hidup.
Dengan teduhnya gelombang laut, aktivbitas nelayan dan penges (pedagang pengumpul ikan yang berada di tengah laut) juga mulai terlihat lebih banyak.
Tugiman mengatakan, nelayan di Pulau Sembilan lebih memilih menjual ikan hasil tangkapannya ke penges di tengah laut daripada diolah untuk menjadi ikan kering.
"Ikan-ikan hasil tangkapan nelayan di Pulau Sembilan itu dijual ke Banjarmasin, Kotabaru, Batulicin, bahkan ada juga yang dijual ke Jawa," imbuhnya.
Sebagian warga mengharapkan kepada pemerintah atau instansi terkait untuk membekali para nelayan agar bisa mengolah hasil tangkapannya mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi.
"Kami yakin, apabila nelayan memiliki keterampilan mengolah ikan hasil tangkapannya, kesejahteraan mereka akan meningkat dibandingkan mereka tetap menjual ikan dengan harga murah," kata Abu Bakar.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan H Talib, hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait keinginan warga Kotabaru tersebut.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.