Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) menggelar Sarasehan Kebangsaan bertemakan "Menuju Era Baru Nasionalisme Ekonomi Indonesia" di kampus perguruan tinggi negeri tersebut, Sabtu.

Menurut Ketua Palaksana Sarasehan Hendry Harmen, sejarah bangsa-bangsa di dunia membuktikan, majunya negara-negara ditopang oleh semangat nasionalisme yang kuat pada jiwa individu-individu bangsa tersebut.

Nasionalisme menginspirasi, membangkitkan dan memandu setiap potensi bangsa untuk mencapai peradaban yang lebih tigggi, lanjut Ketua Pelaksana Sarasehan Kebangsaan itu.

Hendry yang juga Ketua IA ITB Jakarta itu menyatakan, di tengah dunia yang sedang bergejolak, persaingan antar bangsa yang ketat, perekonomian yang semakin terbuka, maka bangsa Indonesia perlu bersama-sama menggalakkan gagasan baru, Nasionalisme Ekonomi Indonesia.

Dalam hubungan menyongsong era baru nasionalisme ekonomi, ia mengutip pidato Presiden Soekarno tahun 1965, yang mengajak berprinsip "berdiri diatas kaki sendiri" dalam ekonomi.

Karenanya sarasehan yang berlangsung sehari penuh itu, juga bertujuan, menggali konsep nasionalisme ekonomi untuk membangun perekonomian Indonesia yang lebih mandiri dan berkeadilan.

Begitu pula pembicara utama (keynote speech) Menteri Koordinator Perekonomian RI Hatta Rajasa, dengan topik "Nasionalisme dan Pembangunan Berkualitas".

Tema atau topik lain dalam sarasehan kebangsaan yang berlangsung di "kota kembang" Bandung itu, tentang pembangunan agroindustri menuju kemandirian pangan serta skenario membangun kemandirian energi nasional.

Selain itu, mengenai konektivitas nasional menuju ekonomi berdaya saing, serta skenario kebijakan moneter dan fiskal yang mendorong sektor riil dan keuangan menuju ekonomi nasional yang kuat.

Kemudian tema/topik, peningkatan kesejahteraan sosial berbasis "People Centered Development" serta membangun tata kelola pemerintahan yang lebih memihak pada kepentingan rakyat.

Sementara peserta sarasehan dari berbagai komponen masyarakat, antara lain kalangan birokrasi, lembaga swadaya masyarakat, media massa, akademisi dan pengusaha.





Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026