Harapan warga masyarakat "Bumi Saraba Kawa" Tabalong itu, diungkapkan H Achmad Bisung, anggota DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Kamis, sebagai salah satu aspirasi rakyat yang harus menjadi perhatian bersama.
"Sebagaimana keluhan atau aspirasi warga masyarakat Kecamatan Upau, Tabalong (sekitar 236 Km utara Banjarmasin), yang mereka kemukakan saat saya reses beberapa hari lalu," ujar politisi senior Partai Demokrat itu.
Ia mengungkapkan, perkebunan karet merupakan usaha sebagian besar penduduk Upau, yang kebanyak dari komunitas masyarakat adat atau yang disebut Suku Dayak dan warga lainnya.
"Mereka mengaku, kewalahan dalam menyediakan bibit karet unggul, karena permintaan cukup banyak, yang bukan saja untuk keperluan daerah sendiri, tapi juga dari provinsi tetangga, seperti Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimangan Tengah (Kalteng)," ungkapnya.
"Apalagi dalam kondisi pasaran karet dunia membaik, minat warga berkebun karet juga cukup tinggi, namun terkendala dengan penyediaan bibit tanaman komoditi yang bernilai ekspor tersebut," lanjut menjawab ANTARA Kalsel.
Menanggapi harapan masyarakat Upau tersebut, wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) V Kalsel yang meliputi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Tabalong itu, turut mengharapkan bantuan pemerintah.
"Aspirasi warga masyarakat Bumi Saraba Kawa (Saraba Kawa motto daerah Tabalong, dari bahasa Daerah Banjar, Kalsel, yang pengertiannya serba bisa) itu, akan kita tindaklanjuti, antara lain dengan membicarakan sesama anggota DPRD Kalsel," ujarnya.
Selain itu, mengomunikasikan dengan instansi terkait, misalnya Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR), demikian Achmad Bisung.
Tabalong sebuah kabupaten paling utara Kalsel, yang berbatasan dengan Kabupaten Barito Timur (Bartim) Kalteng dan Kabupaten Tanah Grogot, Kaltim, yang juga daerah penghasil karet, disamping sumber daya alam lainnya.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.