Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menggelar "workshop" seni tari budaya Banjar guna mencegah pergeseran budaya Banjar di era globalisasi yang semakin pesat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Wisma Sultan Sulaiman Martapura, Selasa, dibuka Asisten III Setdakab Banjar Wildan Amin mewakili Bupati Khairul Saleh, dengan didampingi Kepala Disbudparpora setempat Effani Redhan.
Menurut Wildan Amin, dampak yang ditimbulkan di era globalisasi dan perkembangan teknologi kian beragam, baik positif maupun negatif, yang membawa banyak perubahan, terutama di kalangan generasi muda.
"Jangan sampai derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang makin pesat menyebabkan munculnya pergeseran kehidupan sosial masyarakat termasuk seni dan budaya," ujar Wildan Amin.
Ia mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Disbudparpora itu menjadi media untuk mengenalkan, mengembangkan serta melestarikan seni tari dan kebudayaan Banjar yang mulai tergerus arus modernisasi.
"Seni dan budaya yang berkembang ditengah masyarakat sebagai warisan luhur nenek moyang dan keanekaragaman budaya harus dijadikan kekuatan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa," pesannya.
Oleh karena itu, pihaknya meminta 40 peserta kegiatan yang merupakan guru SD, SMP, SMA dan Sanggar Seni se Kabupaten Banjar bersama-sama meningkatkan kecintaan terhadap seni dan budaya daerah.
"Terutama seni yang menjadi budaya daerah yakni seni tari tradisi Banjar sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya terus melekat pada diri kita," ujarnya.
Diharapkan pula, peserta kegiatan mampu memotivasi kalangan pelajar dan anak didiknya terus mengembangkan ragam budaya Banjar sebagai identitas daerah sehingga lestari dan semakin berkembang di masyarakat.
Ketua Gerakan Muda Pangeran Antasari Kalimantan Selatan Gusti Sulaiman Razak mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik dan mendukung kegiatan yang bertujuan melestarikan seni dan budaya daerah itu.
 "Kami sebagai generasi muda menyambut baik dan mendukung kegiatan karena seni dan budaya Banjar harus terus dilestarikan sehingga generasi muda mengetahui seni dan budaya daerah," katanya./D.
(T.KR-SYO/B/M008/M008) 06-11-2012 17:11:54
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.