Pemerintah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, memperoleh bantuan untuk kegiatan Sekolah Lapang Pengeloaan Tanaman Terpadu atau SL-PTT Paket Lengkap dari pemerintah Provinsi Kalsel.

Menurut Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Perikanan dan Peternakan setempat, Haryono di Paringin, ibu kota Balangan, Minggu, bantuan tersebut untuk mendukung pelaksanaan tanam padi pertama periode 2013 yang dimulai sejak November ini.

"Bantuan diberikan kepada 11 kabupaten dari 13 kabupaten/kota di Kalsel dan Balangan termasuk salah satu penerima," ujarnya.

Sejak Oktober lalu, langkah persiapan telah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat untuk pelaksanaan kegiatan dan penyaluran bantuan SL-PTT Paket Lengkap kepada petani.

Ia mengatakan, persiapan yang telah dilakukan meliputi koordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Kelompok Tani (Poktan) untuk pelaksanaan, penentuan calon petani penerima bantuan dan calon lokasi lahan.

"Persiapan penting dilakukan karena SL-PTT Paket Lengkap berbeda dengan SL-PTT biasa atau Reguler dimana Poktan akan mendapatkan bantuan bibit dan pupuk serta pengadaan Laboratorium Lapangan (LL) untuk seluruh areal lahan yang digunakan," katanya.

Sedangkan pada SL-PTT biasa atau Reguler bantuan yang diberikan hanya untuk lahan seluas 10 hektar dari seluruh luasan areal lahan sawah yang 25 hektar.

Kegiatan SL-PTT Paket Lengkap merupakan pengembangan dari kegiatan SL-PTT Reguler yang telah dilaksanakan pada musim tanam periode sebelumnya.

Karena itu, tambahnya, calon lokasi lahan yang akan dijadikan areal pelaksanaan SL-PTT Paket Lengkap bukan merupakan areal baru.

"Pada pelaksanaannya, pemerintah memberikan bantuan seperti sarana produksi, fasilitas gerakan tanam serempak, biaya operasional dan intensif pengawalan serta pendampingan," tambahnya.

Balangan sendiri mendapatkan alokasi jatah bantuan pengadaan kegiatan SL-PTT Paket Lengkap untuk areal lahan seluas 1.500 hektar.

Sedangkan bantuan yang akan diberikan nantinya terdiri dari Bantuan Sosial (Bansos) senilai Rp57,4 juta dan Belanja Barang Non Operasional (BBNO) senilai Rp64,3 juta.C


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026