Sebab itu, dalam acara Silaturahim Keluarga Besar Aluan, di Aluan Bakti, Kecamatan Batu Benawa (171 km utara Banjarmasin), Minggu, dia mengharapkan gubernur bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel turun tangan dalam penanganan masalah Sungai Barabai.
Silaturrahim Keluarga Besar Aluan se-Kalsel yang berlangsung di Desa Aluan Bakti, Jalan Penas Tani IV itu, juga dihadiri Gubernur H Rudy Ariffin serta Sekdaprov HM Arsyadi yang juga zuriat warga Aluan.
Bupati HST itu mengungkapkan, Sungai Barabai yang hilirnya sampai ke danau daerah tetangga, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tersebut, sejak lama tak ada penanganan khusus, seperti pengerukan.
"Karenanya bila curah hujan tinggi dan berlangsung beberapa hari, maka rentan terhadap bencana banjir. Jika tidak segera dilakukan penanganan, bisa terjadi bencana banjir, seperti awal tahun 2000-an," kata Harun.
Menanggapi harapan tersebut, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengajak Sekdaprov memikirkan dan mencarikan solusi terbaik atas permasalahan Sungai Barabai, yang daerah hulu berada di Pegunungan Meratus itu.
"Mungkin nanti Pak Arsyadie bisa membantu mencarikan solusi penanganan masalah Sungai Barabai. Karena beliau (Arsyadie) memang bidang pengairan sebelum menjadi sekdaprov," katanya.
"Namun secara umum pembangunan infrastruktur di `Bumi Murakata` HST belakangan terus menunjukkan kemajuan, dan hal itu berkat kebersamaan," demikian Rudy Ariffin.
Sungai Barabai yang merupakan lanjutan Kali Benawa, pada awal tahun 2000-an seakan menjadi momok kehidupan masyarakat setempat, karena bila terjadi banjir bisa membuat kegiatan ekonomi rakyat terganggu.
Sebagai contoh pada awal tahun 2000-an itu, jika air Kali Benawa/Sungai Barabai meluap, menggenangi hampir seluruh "kota apam" Barabai, ibu kota HST.
Genangannya selain tinggi yaitu bisa mencapai puluhan centimeter, juga sampai tiga-empat hari merendam kota Barabai (165 Km utara Banjarmasin) yang mendapat julukan "Bandung in Kalimantan" pada masa Presiden Soekarno.
Tapi ketika Bupati HST H Syaiful Rasyid (2000-2005 dan 2005-2010) dilakukan pembenahan Sungai Barabai tersebut, sehingga kota Barabai terhindar dari genangan air dalam sampai berhari-hari. C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.