"Kami mengimbau warga waspada angin puting beliung yang bisa muncul setiap saat di musim pancaroba seperti sekarang," ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Staklim Banjarbaru Miftahul Munir, Senin.
Peringatan itu disampaikan terkait kemunculan angin puting beliung yang melanda Kota Banjarbaru, Sabtu (13/10) dan merusak puluhan buah rumah dan sejumlah fasilitas publik yang tersebar di beberapa tempat.
Bahkan, tiupan angin kencang yang disertai hujan lebat itu meruntuhkan satu gedung bulutangkis sehingga menyebabkan satu warga menjadi korban yang tewas di tempat kejadian akibat tertimpa material bangunan.
Ia mengatakan, masa peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan sudah mulai berlangsung sehingga fenomena alam berupa hujan disertai petir dan angin puting beliung berpotensi lebih sering muncul.
"Saat hujan turun, potensi munculnya petir sangat besar termasuk tiupan angin kencang yang sifatnya merusak walau pun dampak kerusakannya hanya terjadi di daerah lokal atau skala kecil," ungkapnya.
Dikatakan, kemunculan angin kencang atau puting beliung disebabkan awan Comulunimbus (CB) yang banyak muncul di masa peralihan musim, awan itu membentuk gerakan tak beraturan sehingga memicu kecepatan angin.
"Kecepatan angin cukup tinggi dan mampu merusak semua benda disekitarnya tetapi daerah atau kawasan yang terkena dampak kerusakan relatif kecil dan umumnya sangat lokal pada radius 5-10 kilometer," ujarnya.
Dijelaskan, munculnya angin puting beliung ditandai tumbuhnya awan Comulus yakni awan berbentuk seperti bunga kol berlapis-lapis menjulang tinggi dan mempunyai batas tepi yang sangat jelas.
Tahap berikutnya, awan berubah menjadi awan gelap dan jika ranting pohon bergoyang cepat maka hujan dan angin kencang segera datang namun durasinya singkat antara tiga sampai 10 menit.
"Daerah yang terkena adalah kawasan yang kurang vegetasi atau pepohonan sehingga warga yang tinggal di sekitarnya harus waspada terutama sore hari karena puting beliung biasanya muncul sore hari," katanya.C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.