Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, ada satu setidaknya yang patut menjadi contoh di "Bumi Perjuangan Sultan Hasanuddin" Sulsel tersebut, yaitu tentang koordinasi.
Sebagai contoh, koordinasi Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (BPPNFI) Regional Sulawesi dengan BPPNFI Sulsel, cukup baik, untuk pengembangan pendidikan non formal dan informal.
"Sementara di provinsi kita selama ini koordinasi BPPNFI Regional Kalimantan dengan BPPNFI Kalsel, terkesan masih belum sebagaimana mestinya," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, keberadaan BPPNFI Regional langsung berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional (Mendiknas) yang pendanaannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga nilainya relatif besar.
"Sedangkan BPPNFI provinsi (seperti BPPNFI Kalsel) merupakan unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Pendidikan (Disdik) provinsi setempat, yang pendanaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat," ungkapnya.
Wakil rakyat Kalsel dari PKS itu mengaku, terkesan dengan sistem kerjasama BPPNFI di Sulses dalam pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) serta pemberdayaan sumber daya di provinsi tersebut.
Seperti dalam pembinaan dan pengembangan PAUD yang dilaksanakan Disdik Sulsel, yang sumber dananya melalui BPPNFI Regional itu, bekerjasama dengan Universitas Negeri Makassar (dulu Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan/IKIP Makassar).
 Kemudian untuk sumber daya alam, seperti pembinaan dan pengembangan keramba di perairan pantai bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, demikian Budiman/D.
(T.KR-SHN/C/S023/S023) 03-10-2012 15:51:07
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026