Provinsi Kalimantan Selatan yang luas wilayahnya sekitar 37.000 Km2 dan merupakan daerah agraris, juga berpotensi untuk pengembangan usaha peternakan terpadu.


Hal itu dikemukakan Sekretaris Komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalsel Burhanuddin, di Banjarmasin, Selasa, setelah komisinya melakukan studi banding ke beberapa provinsi di Pulau Sumatera.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel yang juga membidangi pertanian secara umum itu mengaku, terkesan dengan usaha peternakan terpadu pada beberapa daerah di Sumatera Utara (Sumut), seperti Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Kabupaten Langkat.

"Menurut keterangan warga yang melakoni usaha peternakan terpadu di Sumut tersebut, dengan sistem yang mereka lakukan banyak mendatangkan keuntungan atau nilai tambah," ungkapnya menjawab ANTARA Kalsel.

Sebagai contoh usaha peternakan sapi yang dipadu dengan perkebunan kelapa sawit, mendatangkan hasil yang cukup lumayan, lanjutnya mengutip keterangan peternak dan pekebun di Sumut itu.

Secara teknis, wakil rakyat Kalsel yang bergelar insenyur itu menerangkan, limbah produksi kebun sawit yang dijadikan pakan (makanan) sapi, bisa mempercepat penggemukan dan menambah berat ternak tersebut.

"Begitu pula sebaliknya dari air kencing sapi yang dipermentasi dengan kotorannya, kemudian dijadikan pupuk kelapa sawit akan menambah kesuburan tanaman tersebut," tutur politisi Partai Bintang Reformasi (PBR) itu.

"Bukan cuma menambah kesuburan tanaman, tapi juga meningkatkan produksi buah kelapa sawit sekitar 18 persen, serta randemen buahnya naik mencapai lima persen," lanjut Sekretaris Fraksi PBR DPRD Kalsel tersebut.

Oleh karena itu, ungkapnya, satu liter air kencing sapi yang sudah dipermentasi harganya mencapai Rp11.000 dan untuk memupuk per pohon kelapa sawit cukup dengan setengah liter.

Ia berharap, pola usaha peternakan terpadu sebagaimana di Sumut, juga bisa dilakukan di Kalsel, apalagi pada beberapa kabupaten di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut sudah mengembangkan perkebunan kelapa sawit.

  "Seperti di Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Tanah Laut (Tala), kini banyak plasma/kebun kelapa sawit rakyat yang memungkinkan dilakukan secara terpadu dengan usaha peternakan," demikian Burhanuddin. /D.
(T.KR-SHN/B/B012/B012) 02-10-2012 18:13:17


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026