Pernyataan anggota DPD asal daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) itu, dalam Seminar Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Aula Graha Abdi Persada Banjarmasin, Sabtu.
Seminar empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara itu atas kerjasama Majelis Pemusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) dengan Pengurus Perhimpunan Keluarga Bersar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) Kalsel.
Anggota DPD dua periode dari Kalsel itu, menerangkan, empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut terdiri Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhineka Tunggal Ika.
Mengenai Amandemen ke-5 UUD 1945, dia mengatakan, hal itu dimaksudkan, antara lain untuk menguatkan fungsi dan peran DPD dalam mengawal pelaksanaan otonomi daerah, dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, kesejahteraan masyarakam dan kemajuan daerah.
Oleh sebab itu, atas nama anggota DPD secara keseluruhan, mantan Wakil Ketua DPRD Kalsel dari Polri tersebut mengharapkan dukungan semua pihak atau elemen masyarakat.
"Sebab tanpa dukungan banyak pihak atau semua elemen masyarakat, maka mustahil Amandemen ke-5 UUD 1945 bisa terealisasi. Karena, cukup sulit kalau cuma menggadalkan kekuatan anggota DPD yang jumlahnya jauh lebih banyak anggota DPR-RI," demikian Sofwat Hadi.
Sementara itu, mantan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin Prof Dr H Kamrani Busri selaku narasumber dalam seminar sehari tersebut memaparkan beberapa realitas NKRI.
Menurut alumni pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) itu, beberapa realita NKRI, antara lain "Nation and Character Builting" sebagaimana digaungkan Proklamator Kemerdekaan RI, Soekarno, belum rampung.
Selain itu, Pancasila (Ketuhanan yang hampa), dimana seperti absolutisme agama harus, tapi bukan pemaksaan agama.
Begitu pula wilayah pendidikan disusupi politik, karena tidak lagi mengutama kualitas, tapi popularitas semu.
"Sebagai contoh kelulusan sekolah pinggiran 100 persen, sehingga menjadi populer. Tapi, apakah kualitas bisa bersaing dalam persaingan global," demikian Kamrani Busri.
Sedangkan Ketua Pengurus Wilayah Perhimpunan KB-PII Kalsel, ustadz H Chairani Idris menyatakan, bila kaum muslim betul-betul memahami dan melaksanakan emat sifat Nabi Muhammad Saw, niscaya tidak akan masalah dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak.
Empat sifat Rasulullah Saw yang juga bisa menjadi filar kehidupan berbangsa dan bernegara itu, yaitu Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabiq (menyeru kepada kebaikan), Fathanah (cerdas).
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.