Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Holtikultura Kabupaten Hulu Sungai Tengah Zainuddin didampingi Kabid Holtikultura Nurhilaliah di Barabai, Jumat mengatakan, pada 2012 Pemkab HST memprogramkan penanaman 50 hektare lahan jeruk di Kecamatan Barabai, Labuan Amas Selatan dan Labuan Amas Utara.
Dengan luas tanam antara lain tersebar di Kecamatan Barabai di Desa Bakapas sebanyak lima hektare, Labuan Amas Selatan di Desa Tabudarat Hulu, Mahang Baru dan Jamil 20 Hektare sementara sisa lahan 25 hektare lainnya terdapat di daerah Labuan Amas Utara antara lain di Desa Pemangkih, Samhurang, Rantau Keminting, dan Banua Kupang.
"Program berupa bantuan bibit jeruk atau limau Siam Banjar yang didatangkan dari Kabupaten Barito Kuala beserta pupuk dan obat-obatannya," katanya.
Selain itu, sebanyak 50 orang petani jeruk juga telah diberangkatkan untuk belajar Kabupaten Barito Kuala untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkebun jeruk lokal.
Sedangkan untuk pengembangan jeruk Siam Mahang atau jeruk khas HST, direncanakan akan dikembangkan secara khusus pada 2013, di kecamatan Pandawan, hal ini sejalan dengan banyaknya permohonan dari kelompok tani yang ada di kecamatan tersebut.
Sebagaimana diketahui untuk kabupaten Hulu Sungai Tengah terdapat tiga varietas lokal yang menjadi unggulan antara lain varietas jeruk Siam Mahang, rambutan Zainal dan Durian Mantuala.
Ketiga komoditi lokal ini senantiasa ditampilkan dalam beragam event pameran pembangunan baik di daerah sendiri bahkan hingga ke Pulau Jawa.
Khusus jeruk Mahang, kini telah dilakukan tes DNA dan selanjutnya akan segera didaftarkan menjadi varietas jeruk Siam Mahang.
Dari hasil tes DNA disebutkan secara genetik jeruk Mahang berbeda dengan jeruk Siam Banjar. Selain itu juga ditemukan banyak keunggulan Siam Mahang antara lain kulit tipis, serta menempel ke kulit, ampulur gampang lepas dan tidak pahit, kadar airnya tinggi sehingga semakin tua buahnya semakin manis atau tidak kapau.
"Batang tanaman yang dijadikan sampel tes DNA berada di desa Mahang Paku, Kecamatan Pandawan, berusia tua dan masih produktif berbuah rata-rata 20 kilo per musim panen," katanya.
Dengan didaftarkannya varietas Siam Mahang, kata Zainudin, tentu akan menambah khasanah jeruk lokal dan saat ini sudah ada 20 penangkar yang siap mengembangkan jeruk lokal tersebut.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.