Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta lebih memaksimalkan pelayanan kepada konsumen atau pelanggan, kemudian baru menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).


Permintaan tersebut disampaikan Riduansyah, anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Rabu, sehubungan pemberitaan rencana kenaikan TDL dalam waktu dekat ini.

"Masak layanan belum maksimal, mau menaikan TDL. Itu namanya tidak rasional," tandas anggota Komisi III yang juga membidangi pertambangan dan energi (termasuk kelistrikan) tersebut menjawab wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel.

Sebagai contoh di Kalsel masalah kelistrikan, masih sering terjadi "byar pet" (hidup mati), yang bukan saja membuat ketidaknyamanan masyarakat, tapi bisa berdampak bencana, seperti kebakaran," lanjut politisi Partai Bintang Reformasi (PBR) itu.

Contoh lain, ketersediaan daya yang masih terbatas atau kurang, sehingga manakala terjadi gangguan pada satu pembangkit, cukup berpengaruh terhadap pelayanan, seperti terjadinya pemadaman.

Oleh sebab itu, Ketua Fraksi PBR DPRD Kalsel tersebut, meminta direksi atau manajemen PT PLN (Persero) agar mempertimbangkan lebih seksama dan matang lagi, sebelum menaikan TDL.

"Memang kita memaklumi terhadap rencana menaikan TDL. Tapi hal itu akan menambah berat beban masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung," tuturnya.

Ia menerangkan, penambahan berat beban masyarakat secara langsung, dimana pengguna jasa PLN tak mampu membayar dan menjerit, terutama bagi mereka yang tergolong ekonomi menengah ke bawah.

Sedangkan penambahan berat beban masyarakat secara tidak langsung, yaitu dengan menaikan TDL akan berdampak terhadap biaya produksi, yang pada gilirannya pula membuat kenaikan produk komoditi tersebut, demikian Riduansyah.

Sementara itu, manajemen PT PLN Kalselteng terus membenahi dan berupaya meningkatkan pelayanan, seperti penyediaan daya yang selalu dilakukan penambahan.

Penambahan daya itu, antara lain dengan terus memacu pembangunan pambangkit pada Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut (Tala) Kalsel, sekitar 125 kilometer timur Banjarmasin.

Di PLTU Asam-Asam selama ini baru tersedia dua pembangkit listrik, yaitu unit I dan II dengan kapasitas terpasang masing-masing 65 Mega Watt (MW).

Kemudian menjelang akhir tahun 2011, pengoperasian unit III PLTU Asam-Asam dengan kapasitas terpasang juga 65 MW, namun belum 100 persen masuk jaringan pelayanan.

  Untuk pembangkit unit III PLTU Asam-Asam dengan kapasitas terpasang 65 MW, manajemen PLN Kalselteng berharap, pembangunannya rampung dalam tahun 2012. /Shn/D.
(T.KR-SHN/B/H005/H005) 12-09-2012 14:45:03


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026