Sebanyak 135 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan berbagi ilmu dan pengetahuan atau praktek kerja mahasiswa dengan petani di 10 desa.
"Dengan menggelar praktek kerja mahasiswa yang akan di isi dengan kegiatan penyuluhan, sekolah lapang, demo, bakti sosial dan pendataan kelompok tani," kata Wakil Bupati HSU H Syahdillah didampingi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Amuntai, Selasa .
Bagi mahasiswa tidak hanya menjadi kesempatan untuk menimba dan mempraktekan ilmu yang didapat dibangku kuliah namun lebih jauh diharapkan dapat pula memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya petani.
Melalui praktek kerja mahasiswa (PKM) ini, katanya mahasiswa lebih jauh akan mengetahui kondisi aktual persoalan yang dihadapi petani sebelum nanti mahasiswa lulus dan bekerja ditengah masyarakat.
Mahasiswa sebagai insan intelektual diharapkannya dapat memberikan rangsangan bagi petani melalui cara berpikir dan sikap mental yang lebih terbuka terhadap perkembangan baru di bidang pembangunan pertanian.
"Jadi PKM ini tidak hanya sekedar sebagai salah syarat yang harus ditempuh mahasiswa untuk mencapai kelulusan atau sebagai pelaksanaan tri darma perguruan tinggi namun lebih daripada itu sebagai persiapan untuk bekal mereka terjun ketengah masyarakat nanti" tandasnya.
Melalui PKM yang dilaksanakan selama dua pekan, para mahasiswa melaksanakan pendataan usaha tani pada 10 buah desa yang menjadi lokasi PKM di Kecamatan Sungai Tabukan.
Dengan melaksanakan sekolah lapang bagi petani, mengadakan demo pengolahan hasil pertanian dan pembuatan pupuk organik cair NPK, kompos, peptisida alami, pembuatan demplot dan penghijuan serta menggelar bakti sosial sebelum mengakhiri pelaksaaan PKM.
"Mudah-mudahan PKM ini dapat memberikan manfaat kepada petani untuk meningkatkan hasil dan mutu usaha pertanian mereka" tandasnya lagi.
Sebelum PKM dilaksanakan, terangnya, mahasiswa sudah melaksanakan magang pra-PKM selama 2 pekan di kelompok-kelompok tani yang ada yang kemudian dijadikan materi pelaksanaan PKM.
Diharapkan mahasiswa dapat mengenali sumber-sumber masalah petani di desa dan dapat memberikan solusi serta dapat membantu mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat desa.
Mahasiswa Stiper diakuinya menjadi salah satu harapan masa depan pembangunan bidang pertanian di Kabupaten HSU, karena potensi daerah tersebut yang sangat besar namun belum tergarap.
"Dengan visi rawa makmur 2020 maka harapan pemerintah daerah untuk mengembangkan bidang pertanian di HSU cukup besar diletakan dipundak alumnus Stiper Amuntai" katanya
Harapan ini tidak berlebihan, kata Ketua Stiper ini karena mahasiswa sekolah tinggi pertanian satu-satunya di kawasan banua enam ini umumnya merupakan putera-puteri asli daerah HSU yang tentu berkeinginan kuat untuk mengabdi bagi pembangunan pertanian didaerahnya.
Memang untuk tujuan itu pula selama ini Pemkab HSU selama ini sangat mendukung keberadaan Stiper sebagai salah satu aset daerah untuk memajukan sektor pertanian didaerahnya dimasa mendatang
Wakil Bupati juga berharap mahasiswa yang melaksanakan PKM dapat sungguh-sungguh melaksanakan PKM sebagai sarana mengaplikasikan ilmu yang didapatkan selama ini.
"Ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengabdi bagi masyarakat" ujar Syahdillah saat melepas kegaiatan PKM.
Namun dalam kegaiatan PKM ini, lanjut wabup mahasiswa harus pula menjaga nama baik almamater dan citra mahasiswa sebagai insan intelektual, dengan mengedepankan prilaku yang baik dan ahlaqul karimah ditengah melaksanakan PKM tersebut.
Sebagai insan yang berpendidikan, kata Syahdillah mahasiswa harus memberikan contoh pola pikir dan prilaku yang baik sehingga dapat mengajak petani untuk dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan mereka berdasarkan cara-cara pertanian yang moderen.
"harapan pemerintah daerah para sarjana pertanian ini akan menjadi pelopor kemajuan pembangunan pertanian didaerah kita" pungkasnya./C/D.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.