Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan Basiran di Banjarmasin, Kamis, mengatakan, pada dasarnya hingga kini arus balik ke berbagai daerah di Kalsel masih cukup aman dan berjalan normal.
"Tidak ada lonjakan penumpang berarti di terminal kilometer enam, hanya ke Kalimantan Timur dan Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan yang sedikit terjadi kenaikan, sehingga perusahaan angkutan mengeluarkan armada cadangannya, tetapi ke daerah lain berjalan seperti biasa," katanya.
Bahkan arus balik ke berbagai daerah di Kalimantan Tengah yang biasanya terjadi lonjakan signifikan, hingga kini masih berjalan biasa saja, tidak ada kenaikan arus penumpang.
Kata dia, angkutan cadangan Idul Fitri yang telah disiapkan hingga kini masih menganggur, seperti enam bus Damri masih tetap berada di terminalnya, tidak ada yang dioperasionalkan.
Menurut Basiran, tidak adanya lonjakan arus mudik maupun arus balik untuk angkutan darat tersebut terjadi, karena sejak beberapa tahun terakhir, Banjarmasin tidak lagi menjadi daerah transit bagi warga yang akan mudik maupun balik dari Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Timur.
Saat ini, kata dia, sudah banyak penerbangan antarprovinsi bahkan antarkabupaten seperti ke Palangkaraya, Pangkalanbun, ke Kotabaru, Muara Teweh dan beberapa daerah lainnya.
Dengan demikian, sebagian besar pemudik maupun arus balik, diperkirakan lebih memilih memanfaatkan penerbangan langsung tersebut, akibatnya sejak beberapa tahun terakhir, arus mudik maupun arus balik dari terminal kilometer enam nyaris tidak terjadi lonjakan.
"Kalau lima tahun yang lalu, lonjakan penumpang arus mudik maupun arus balik di kilometer enam memang luar biasa, bahkan tidak sedikit penumpang terlantar, kalau sekarang justru banyak armada yang tidak termanfaatkan," katanya.
Apalagi, kata dia, waktu arus balik jauh lebih panjang, karena tidak ada yang dikejar, seperti pada saat menjelang lebaran.
Sebagian besar pemudik, tambah Basiran, adalah karyawan perusahaan perkebunan yang relatif tidak terlalu ketat seperti PNS dan karyawan swasta, selain itu arus mudik juga banyak didominasi oleh para wiraswasta, sehingga mereka lebih santai.
Sedangkan untuk di dalam provinsi, sebagian besar warga memanfaatkan sepeda motor untuk mudik maupun balik lebaran.
Kondisi tersebut berbeda dengan di Jawa, tambah dia, yang hampir tidak ada hentinya, mulai dari arus mudik hingga balik, banyak petugas yang tidak istirahat karena harus mengatur armada untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang.
"Makanya setiap kali rapat di Jakarta, yang paling repot adalah petugas di Jawa, kalau di Kalsel relatif lebih ringan tugasnya," katanya.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.