Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin menyatakan daerah yang dia pimpin tetap terbuka bagi pendatang baik dari Jawa maupun dari beberapa daerah lainnya.


Menurut Gubernur di Banjarmasin, Rabu, Kalsel merupakan daerah yang kini cukup berkembang, sehingga masih banyak memerlukan tenaga kerja produktif yang cukup tinggi.

"Kita sudah menyatakan diri sebagai daerah terbuka, jadi kita tidak akan memberikan pembatasan bagi pendatang, asalkan mau bekerja dan tidak pilih-pilih, silahkan mencari rizki di daerah ini," katanya.

Pernyataan Gubernur tersebut menanggapi tentang kemungkinan banyaknya arus balik dari beberapa daerah di Indonesia yang datang ke Kalsel.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah arus balik selalu lebih tinggi dibandingkan pada saat arus mudik, karena rata-rata para pemudik pada saat kembali ke Kalsel akan membawa sanak keluarganya.

"Tidak jarang para pemudik yang sudah mendapatkan pekerjaan tetap akan memboyong keluarganya ke Kalsel," katanya.

Menanggapi kemungkinan akan adanya operasi yustisi, tambah Gubernur, hingga kini belum ada rencana, karena pendatang di Kalsel masih relatif tertib dan tidak menimbulkan masalah berarti.

Menanggapi banyaknya pengemis dari luar daerah, menurut Gubernur, tidak semua orang yang datang ke Kalsel bisa langsung sukses, sehingga asalkan tidak mengganggu ketertiban umum pihaknya belum akan melakukan tindakan tegas.

"Kita akan lakukan tindakan persuasif kepada masyarakat untuk bisa mendapatkan ketrampilan melalui pelatihan yang telah disiapkan," katanya.

Pada Lebaran Idulfitri 2011 jumlah penumpang arus mudik menggunakan kapal di Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai 13.0322.

Rata-rata jumlah penumpang arus mudik terjadi kenaikan hingga 130 persen bahkan ada yang hampir 200 persen per hari dibanding 2010.

Seperti pada H-13 jumlah penumpang pada 2010 hanya sekitar 457 orang namun pada 2011 telah mencapai seribu penumpang lebih atau naik hingga 132 persen.

Begitu juga pada H-11 pada 2010 jumlah penumpang hanya sekitar 514 orang, dan 2011 sebanyak 1.511 orang atau naik hingga 193 persen lebih.

Jumlah tersebut meningkat hingga H-8-H-4 lebaran yang merupakan puncak arus mudik dengan total jumlah pemudik rata-rata diatas 2.000 penumpang per hari.

"Sehingga bila ditotal jumlah penumpang arus mudik selama lebaran mencapai 13.300 orang, dan pada saat arus balik setelah lebaran menjadi 17.215 orang," kata Urip.

  Sebelumnya, Adpel juga menyampaikan kenaikan jumlah penumpang yang cukup signifikan tersebut terjadi karena pertumbuhan investasi di Kalsel yang mulai menggeliat terutama di sektor perkebunan/B/D.


Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026