Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan perubahan bakal difokuskan untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrasturktur baik itu jalan, kesehatan dan pendidikan.
Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin di Banjarmasin, usai peringatan HUT ke-62 Pemprov Kalsel Selasa mengatakan, APBD Kalsel pada 2012 meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya sekitar Rp2 triliun kini menjadi Rp4,5 triliun.
"Peningkatan jumlah APBD tersebut tentu suatu hal yang sangat membanggakan dan akan kita manfaatkan untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur daerah," katanya.
Meningkatnya jumlah APBD Kalsel tersebut, sebagai bukti bahwa ekonomi Kalsel kini terus tumbuh dan berkembang seiring dengan banyaknya infestasi yang masuk ke kabupaten dan kota di Kalsel.
Membaiknya perekonomian Kalsel, tambah Gubernur, akan banyak memberikan dampak peningkatan pendapatan bagi daerah yang pada akhirnya pendapatan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pembanguna infrastruktur yang kini mendesak dilakukan adalah, pembangunan bidang bina marga atau jalan, kesehatan, pendidikan dan pertanian.
"Ke depan kita juga memiliki agenda besar pembangunan infrastruktur seperti rencana pembangunan fly over atau jembatan layang di kota Banjarmasin, untuk memecah kemacetan di di kawasan perkotaan," katanya.
Selain itu, tambah dia, juga diwacanakan untuk pembangunan jalan tol dari Banjarmasin menuju Bandara Syamsudin Noor, juga akan membangun sport center untuk pembinaan olahraga dan generasi muda Kalsel.
Di bidang perhubungan, kini Kalsel juga sedang mengembangkan Bandara Syamsudin Noor untuk menjadi bandara Internasional, setelah seluruh infrastruktur yang diperlukan, termasuk pembangunan ruang tunggu, perluasan areal parkir dan lainnya selesai dilaksanakan.
"Kita bertekad untuk terus mendorong masuknya investor dalam negeri maupun luar negeri untuk masuk Kalsel, sehingga membuat daerah ini bisa cepat berkembang," katanya.
Di bidang kesehatan, tambah Rudy, kini juga sedang dikembangkan rumah sakit Anshari Saleh, Rumah Sakit Ulin dan Sambang Lihum menjadi rumah sakit rujukan sesuai dengan spesialisasinya.
Seperti rumah sakit Sambang Lihum, akan menjadi rumah sakit spesialis jiwa, begitu juga Anshari Saleh bakal menjadi rumah sakit saraf.
"Agenda besar yang kita rencanakan tersebut tentunya membutuhkan dukungan dan kerjasama semua pihak untuk mewujudkannya, terutama kerjasama segitiga emas yaitu DPRD, masyarakat, dan pengusaha sebagai mitra pelaksana./B/D.
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.