Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Banjarmasin mengingatkan warga kota setempat untuk berhati-hati terhadap makanan yang diduga mengandung formalin.

Pasalnya pernah diketahui terdapat makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya tersebut, kata Kepala Balai POM Banjarmasin, Dewi Prawitasari, Minggu.

Ia menyebutkan, beberapa jenis pangan telah ditemukan menggunakan formalin sebagai pengawet pangan, seperti mie basah,tahu, baso, ayam, dan ikan serta beberapa hasil laut lainnya.

Sebab bila seseorang mengkonsumsi makanan mengandung formalin maka bisa mengalami gangguan kesehatan, antara lain nafsu makan hilang, gangguan pencernaan, diare, sakit perut, sakit kepala dan gangguan kesehatan lainnya.

Formalin adalah larutan yang tidak bewarna dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37 persen formaldehid dalam air. Biasanya ditambahkan metanol hingga 15 persen sebagai pengawet.

Formalin digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan desinfektan untuk peralatan rumah sakit serta untuk pengawet mayat . Formalin dilarang untuk pengawet makanan.

Formalin sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa luka bakar pada kulit, iritasi pada saluran pernapasan, reaksi alergi dan bahaya kanker pada manusia.

Bila tertelan formalin sebanyak 30 ml (sekitar dua sendok makan) maka akan menyebabkan kematian.

Menurutnya produsen pangan yang masih menggunakan formalin bisa jadi karena pengetahunnya tidak memadai mengenai bahasa bahan tersebut, atau karena tingkat kesadaran kesehatan masyarakat yang rendah.

Deteksi formalin secara kualitatif maupun kuantitatif secara akurat hanya dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan pereaksi kimia.

Tetapi untuk mengetahui bahan pangan pangan mengandung formalin dengan ciri seperti mie basah tidak rusak sampai tiga hari pada suhur kamar 25 derajat celsius, dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es 10 derajat selsius.`

Sementara untuk tahu terlihat terlalu keras, kenyal namun tidak padat, bau formalin tercium menyengat.

Ciri terhadap ikan asin tidak dihinggapi lalat, tak rusak hingga satu bulan pada suhu kamar 25 derajat selsius, bersih cerah dan tak berbau ikan asin. C


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026