Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mengungkapkan, nilai ekspor dari provinsi itu dalam tiga bulan terakhir, sejak April 2012, mengalami penurunan.

Seperti nilai ekspor Kalsel Juni 2012 yang mencapai US$831,55 juta turun 5,76 persen dibanding Mei 2012 yang mencapai US$882,40 juta, ungkap Kepala BPS Provinsi Kalsel Iskandar Zulkarnain, di Banjarmasin, Kamis.

Begitu pula nilai ekspor Kalsel Mei 2012 US$865,30 juta atau turun 11,78 persen dibandingkan April 2012, lanjutnya dalam jumpa pers di Kantor BPS provinsi setempat Jalan KS Tubun Banjarmasin.

Nali ekspor Kalsel Juli 2012 tersebut juga turun 7,61 persen jika dibandingkan dengan nilai Juni 2011 yang ketika itu mencapai US$900,07 juta.

Secara kumulatif nilai ekspor dari provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut (Januari - Juni 2012) mencapai US$5,35 miliar atau naik 26,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 yang hanya mencapai US$4,23 miliar.

Komoditi utama penyumbang ekspor terbesar dari Kalsel Juni 2012 berdasakan kode Harmonized System (HS) 2 dijit adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$741,70 juta.

Selain itu, kelompok lemak & minyak hewan/nabati (HS 15) dengan nilai US$57,90 juta dan kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dengan nilai US$15,99 juta.

Negara utama tujuan ekspor dari "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel Juni 2012 ke China dengan nilai US$223,20 juta, India dengan nilai US$152,63 juta dan Jepang dengan nilai US$147,44 juta.

Sementara nilai impor Kalsel pada Juni 2012 sebesar US$276,87 juta atau turun 31,90 persen bila dibandingkan dengan Mei 2012 yang mencapai US$406,55 juta.

Nilai impor Kalsel Juni 2012 juga mengalami penurunan 9,76 persen jika dibandingkan dengan Juni 2011 yang saat itu mencapai US$306,83 juta. 


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026