Hutan Tanaman Industri (HTI) di Provinsi Kalimantan Selatan diarahkan pada tiga jenis tanaman, yakni tanaman pokok, penunjang dan pilihan, kata Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Rakhmadi Kurdi.


"Tanaman pokok HTI tersebut berupa jenis pepohonan hutan, seperti meranti, ramin dan berbagai pohon lainnya," kata Rakhmadi di Banjarbaru (35 Km utara Banjarmasin), Selasa.

Sementara tanaman penunjang berupa pohon buah-buahan, seperti durian, cempedak dan beragam jenis pohon buah-buahan lokal, katanya.

Sementara tanaman pilihan pada HTI, tampaknya lebih banyak memilih menanam pohon karet, ungkapnya.

"Memang program HTI merupakan simbiose ekonomi masyarakat sekitar hutan tersebut," lanjut Rakhmadi yang belum setahun sebagai Kepala Dinas Kehutanan Kalsel itu.

Menurut mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalsel itu, perkembangan HTI di provinsinya belakangan ini cukup menggembirakan.

"Walau menggembirakan, perkembangan HTI tersebut belum memulihkan lahan kritis di Kalsel menjadi lahan produktif. Karena persentasinya masih kecil atau jauh lebih kecil dibandingkan luasan lahan kritis di Kalsel," tandasnya.

Oleh sebab itu, guna rehabilitasi atau mengembalikan lahan kritis menjadi lebih berdayaguna dan berhasilguna, Pemprov Kalsel berupaya menggalakkan berbagai program kehutanan.

"Program kehutanan tersebut, selain melalui proyek reboisasi (menghutankan kembali) secara khusus, juga menggunakan pola HTI serta Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan lainnya," lanjutnya.

Luasan lahan kritis di Kalsel kini mencapai 700.000 hektare (ha) sebagai akibat penebangan hutan puluhan tahun lalu, serta kegiatan pertambangan dalam belasan tahun terakhir dan berbagai aktivitas lainnya, demikian Rakhmadi Kurdi. ***2***

(T.KR-SHN/B/F002/F002) 31-07-2012 14:58:29


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026