Omset penjualan kembang api di Kota Banjarmasin selama Ramadan tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya, karena waktu Idul Fitri berjauhan dengan tahun baru.

Seperti penuturan pedagang kembang api, Hj Ida di Banjarmasin, Minggu karena pasaran lesu maka tak berani melakukan penyetokan kembang api seperti sebelumnya.

Masyarakat kurang antusias melakukan pembelian kembang api, warga lebih cendurung menonton ketimbang harus beli dan memainkan kembang api.

"Biasanya dalam sehari penjualan kembang api itu bisa lebih ratusan biji terjual, tapi kini tidak bisa seperyi itu, walaupun harganya sudah kita turunkan mendekati harga modal," tuturnya.

Bukan itu saja Hj Ida juga mengatakan, saat ini masing-masing daerah sudah ada yang memiliki distributor sendiri sehingga mereka tidak ada melakukan pengambilan atau membeli kembang api ke Banjarmasin.

Kalau tahun lalu di daerah luar Kota Banjarmasin belum ada distributor kembang api sehingga para pedagangnya pada lari ke Banjarmasin untuk membeli kembang api tersebut.

Bukan itu saja, untuk daerah provinsi tetangga seperti Kalteng, Kaltim biasanya mereka juga melakukan pengambilan kembang api ke Banjarmasin tapi sekarang tidak lagi hanya satu dua orang pedagang yang mengambil atau yang menyetok dari Banjarmasin.

"Dengan alasa-alasan itu lah, maka saya katakan bahwa penjualan terhadap kembang api dari jenis apapun di Kota Banjarmasin sangat menurun dibanding tahun sebelumnya, ditambah adanya seruan dari pihak kepolisian jangan memainkan kembang api ledak, seruan itu secara tidak langsung juga mempengaruhi penjualan," tuturnya Kepada ANTARA.

Hj Ida terus menuturkan, walaupun penjualan saat ini dinilainya mengalami penurunan namun hal itu sudah biasa katanya bagi seorang pedagang sehingga harus pintar-pintar bagaiman memainkan arus penjualan agar bisa meningkat kembali.

Namun ia juga katakan, bahwa pelanggan-pelanggan yang berasal dari luar Kota Banjarmasin yang hanya menjual partaian kecil-kecilan tetap setia dan masih mengambil kembang api ditempatnya sehingga secara tidak langsung masih ada saja yang membeli walau tidak dalam jumlah besar.

"Kita akan tetap melakukan penjualan hingga tahun baru nantinya karena kembang api kita masih cukup sampai ke tahun baru dan diperkirakan pada tahun itu penjualan kembang api bisa meningkat," ucapnya sambil tersenyum kecil. C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026