Paringin, ngobrol dengan wanita kelahiran 32 tahun silam ini seakan tak ada habis-habisnya, apalagi jika omongin soal khasiat madu begitu bersemangat menjelaskannya.

Madu itu banyak macamnya, ada madu pahit, ada madu biasa, ada madu hitam, dan bahkan ada madu lebah kelulut, katanya saat ANTARA menyinggahi kedainya "Anita Permata" di Desa Harapan Baru RT XI Kelurahan Batu Piring, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa hari lalu.

Wanita mengenakan jilbab ini selain hapal soal madu juga mengerti soal produk Usaha Kecil Menangah (UKM) yang terbuat dari produk pohon enau (aren).

Dengan jari jemari yang selalu digerakkan begitu lancar memaparkan dengan panjang lebar soal produk enau seperti, gula semut, gula merah, lahang, dan aneka produk gula merah yang dicampur jahe, campur kunyit dan aneka campuran lainnya yang kesemuanya berkhasiat untuk tubuh yang mengkonsumsinya.
Anita Permata (Antarakalsel/foto/Hasan Zainudin)


Walau wanita berkulit kuning langsat ini berasal dari pedalaman Halong di Pegunungan Meratus, tetapi begitu lancar berbahasa Indonesia di kala ditanya soal aneka yang dijualnya di pusat oleh-oleh yang terletak di Jalan A Yani tak jauh dari kantor bupati Balangan tersebut.

"Saya ingin sekali agar usaha UKM di Kabupaten Balangan ini maju, makanya saya membuka kedai ini agar banyak produk warga kecil bisa dijual, agar warga setempat lebih sejahtera," tutur wanita keturunan Dayak pedalaman ini.

Yang penting untuk menuju obsesi sebagai usahawan itu selalu menempatkan kejujuran di atas segalanya, karena kejujuranlah yang diharapkan akan membawa kesuksesan, kata wanita yang masih sendiri ini.

Pewarta: Hasan Zainuddin
Editor : Gunawan Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2026