Harga tahu di tingkat pengecer dan pedagang di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan mengalami kenaikan akibat sulitnya bahan baku utama pembuatan tahu yakni kedelai.


"Harga tahu per sepuluh potong yang saya jual naik sejak seminggu lalu karena harga belinya di perajin tahu juga sudah naik," ujar salah satu pengecer tahu, Ny Listiani di Banjarbaru, Selasa.

Ia mengatakan, semula harga tahu di tingkat perajin langganannya sebesar Rp15 ribu per satu papan ukuran 50 x 50 centimeter, tetapi naik menjadi Rp17 ribu per satu papan.

Menurut dia, kenaikan itu membuat pihaknya juga menaikan harga tahu yang dijual ke pedagang di sejumlah pasar di Kota Banjarbaru seperti tahu ukuran kecil yang harganya Rp1.500 per sepuluh naik menjadi Rp2.000.

"Kenaikannya rata-rata sebesar Rp500 dari setiap tahu yang dijual per sepuluh potong dan harga itu masih di tingkat saya ke pedagang, belum tahu harganya dari pedagang ke pembeli," ungkapnya.

Koordinator pekerja pabrik tahu "Sumber Makmur" Kelurahan Mentaos Banjarbaru Hariyadi mengatakan, kenaikan harga tahu terjadi sejak isu kenaikan harga bahan bakar minyak pada Maret lalu.

"Harga kedelai sebagai bahan baku utama naik seiring isu kenaikan harga BBM sehingga membuat kami terpaksa menaikan harga jual tahu Rp2.000 setiap papannya," ujarnya.

Menurut dia, kenaikan harga jual itu untuk menutupi biaya produksi dan biaya operasional untuk membayar gaji pekerja yang jumlahnya 12 orang dan setiap hari mengolah kedelai sebanyak 800 kuintal hingga satu ton.

"Keuntungan yang kami peroleh sekarang tipis bahkan hampir impas karena harga kedelai naik. Untungnya masih ada ampas tahu yang bisa digunakan sebagai makanan hewan ternak yakni sapi," katanya.

Ditambahkan, saat ini pihaknya kesulitan mendapatkan kedelai karena pasokan dari agen tidak datang akibat terhentinya suplai kedelai yang diperoleh dari pulau Jawa dan daerah penghasil kedelai lainnya.

 "Stok kedelai yang masih tersimpan hanya sebanyak 100 karung dan diperkirakan bisa bertahan hingga delapan hari kedepan. Jika pasokan kedelai tidak datang maka operasional pabrik dihentikan sementara," katanya./Zal/D.


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026