Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional (Bulog Sub Divre) Wilayah I Barabai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, sejak awal Ramadhan melakukan pemantauan harga kebutuhan bahan pokok.
Menurut Kepala Seksi Pelayanan Publik, Bulog Sub Divre Wilayah I Barabai, Zainul Falah, di Barabai, Ibu Kota Hulu Sungai Tengah (HST), Selasa, pemantauan dilakukan bersama-sama pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Pemantauan itu dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan melonjaknya harga kebutuhan bahan pokok, khususnya beras.
Ia menambahkan, melalui kegiatan pemantauan harga tersebut Bulog Sub Divre Wilayah I akan lebih siap bila nantinya terjadi kenaikan harga.
"Khususnya untuk beras, begitu ada kenaikan yang berpotensi mengakibatkan gejolak di masyarakat, Bulog Sub Divre Wilayah I dapat segera mengambil tindakan untuk mengamankannya," tambahnya.
Tindakan yang mungkin dilakukan oleh Bulog Sub Divre Wilayah I untuk mengamankan harga beras bila terjadi kenaikan yang mengakibatkan gejolak di masyarakat adalah Operasi Pasar.
Sebelum memasuki bulan Ramdahan, Bulog Sub Drive Wilayah I telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing kabupaten di Banua Anam dan BPS setempat untuk melakukan pemantauan harga di pasaran," ujarnya.
Banua Anam merupakan wilayah enam kabupaten di Kalsel, masing-masing Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong yang menjadi area tugas Bulog Sub Divre Wilayah I.
Karena itulah, katanya, koordinasi dilakukan dengan seluruh pemerintah daerah masing-masing kabupaten di wilayah Banua Anam dan BPS setempat.
"Bulog Sub Divre Wilayah I, memfokuskan pemantauan untuk komoditas beras, namun juga komoditas kebutuhan pokok lainnya, guna mengantispasi kemungkinan terjadinya kenaikan saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
 Selain itu, Bulog Sub Divre Wilayah I juga siap mendistribusikan beras bila ada pemerintah daerah di wilayah Banua Anam yang akan melaksanakan kegiatan pasar murah./Fatur/D.
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.